Kisah Zaharie menjadi pilot Malaysia Airlines MH370
Jum'at, 28 Maret 2014 - 16:11 WIB
Kisah Zaharie menjadi pilot Malaysia Airlines MH370
A
A
A
Sindonews.com – Sosok pilot pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370, Zaharie Ahmad Shah, terus menjadi sorotan media sejak hilang bersama pesawat MH370 yang dia diterbangkan.
Banyak media menulis spekulasi, pilot Zaharie diduga mempunyai masalah sebelum menerbangkan pesawat pembawa 239 orang itu.
Namun, orang-orang terdekat Zaharie menepis spekulasi negatif tentang pilot pesawat MH370 itu. Di mata teman-teman dan keluarganya, pilot Kapten Zaharie dan co-pilot Fariq Abdul Hamid, merupakan sosok yang sehari-harinya menjalani kehidupan seperti biasa. Keduanya, biasa mengisi waktu luang dengan karaoke dan bermain gitar.
Nik Huzlan, pilot pesawat Boeing 777 yang sudah mengenal Zaharie selama 30 tahun menceritakan tidak ada yang aneh dengan kehidupan Zaharie. Wall Stree Journal (WSJ) menulis laporan sisi lain tentang sosok Zaharie.
Dia lahir di Penang pada tahun 1961. Zaharie menikmati masa kanak-kanak secara normal. Ketika kuliha, kepandaiannya di atas rata-rata. Layaknya pemuda pada umumnya, Zaharie juga gemar bermain sepak bola dan menaiki sepeda motor.
Ketika berusia sekitar 16 tahun, Zaharie jatuh cinta dengan tetangganya, Faizah Khanum Mustafa Khan. Mereka kemudian menikah. Abdul Rahman Bistaman, 64, teman sekaligus tetangga Zahari menuturkan, pilot pesawat MH370 itu kerap pergi ke masjid, meskipun tidak terlalu religius.
Menurut Nik, ketika Zaharie berusia sekitar 18 tahun, dia merupakan salah satu dari 12 orang yang menyisihkan 5.000 pelamar untuk diterima di sekolah penerbangan.
Pada saat itu, Malaysia tidak memiliki sekolah penerbangan sehingga Zaharie hijrah ke Filipina. Di sanalah, Nik bertemu Zaharie. ”Kami adalah versi yang lebih miskin dari Tom Cruise,” kata Nik Huzlan, mengacu pada kisah film “Top Gun” tahun 1986.
Kedua pria itu bergabung dengan Malaysia Airlines pada tahun 1981 setelah lulus dari sekolah penerbangan. Nik Huzlan akhirnya menjadi kepala pilot. Pekerjaannya menangani masalah kedisiplinan para pilot.
Di mata Nik, pilot Zaharie tidak menjadi pusat perhatian.” Zaharie adalah pilot yang ideal , seorang pilot yang tak begitu terlihat,” katanya, kepada WSJ, Jumat (28/3/2014).
Banyak media menulis spekulasi, pilot Zaharie diduga mempunyai masalah sebelum menerbangkan pesawat pembawa 239 orang itu.
Namun, orang-orang terdekat Zaharie menepis spekulasi negatif tentang pilot pesawat MH370 itu. Di mata teman-teman dan keluarganya, pilot Kapten Zaharie dan co-pilot Fariq Abdul Hamid, merupakan sosok yang sehari-harinya menjalani kehidupan seperti biasa. Keduanya, biasa mengisi waktu luang dengan karaoke dan bermain gitar.
Nik Huzlan, pilot pesawat Boeing 777 yang sudah mengenal Zaharie selama 30 tahun menceritakan tidak ada yang aneh dengan kehidupan Zaharie. Wall Stree Journal (WSJ) menulis laporan sisi lain tentang sosok Zaharie.
Dia lahir di Penang pada tahun 1961. Zaharie menikmati masa kanak-kanak secara normal. Ketika kuliha, kepandaiannya di atas rata-rata. Layaknya pemuda pada umumnya, Zaharie juga gemar bermain sepak bola dan menaiki sepeda motor.
Ketika berusia sekitar 16 tahun, Zaharie jatuh cinta dengan tetangganya, Faizah Khanum Mustafa Khan. Mereka kemudian menikah. Abdul Rahman Bistaman, 64, teman sekaligus tetangga Zahari menuturkan, pilot pesawat MH370 itu kerap pergi ke masjid, meskipun tidak terlalu religius.
Menurut Nik, ketika Zaharie berusia sekitar 18 tahun, dia merupakan salah satu dari 12 orang yang menyisihkan 5.000 pelamar untuk diterima di sekolah penerbangan.
Pada saat itu, Malaysia tidak memiliki sekolah penerbangan sehingga Zaharie hijrah ke Filipina. Di sanalah, Nik bertemu Zaharie. ”Kami adalah versi yang lebih miskin dari Tom Cruise,” kata Nik Huzlan, mengacu pada kisah film “Top Gun” tahun 1986.
Kedua pria itu bergabung dengan Malaysia Airlines pada tahun 1981 setelah lulus dari sekolah penerbangan. Nik Huzlan akhirnya menjadi kepala pilot. Pekerjaannya menangani masalah kedisiplinan para pilot.
Di mata Nik, pilot Zaharie tidak menjadi pusat perhatian.” Zaharie adalah pilot yang ideal , seorang pilot yang tak begitu terlihat,” katanya, kepada WSJ, Jumat (28/3/2014).
(mas)