Ungkap pembajakan MH653 butuh 37 tahun, kalau MH370?
Jum'at, 28 Maret 2014 - 08:42 WIB
Ungkap pembajakan MH653 butuh 37 tahun, kalau MH370?
A
A
A
Sindonews.com – Sebelum hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370, pembajakan pesawat MH653 pada tahun 1977 dengan korban tewas 100 orang merupakan tragedi terburuk dalam sejarah penerbangan Malaysia.
Pesawat MH653 jenis Boeing-200 dibajak ketika terbang dari Penang ke Kuala Lumpur. Pesawat itu lantas menabrak hutan mangrove. Tapi, untuk mengungkap pembajakan itu Malaysia butuh waktu 37 tahun. Jika pesawat yang bisa ditemukan itu saja butuh 37 tahun untuk mengungkap misteri pembajakan, bagaimana dengan nasib MH370?
”(Sebelum) 37 tahun ke depan, kita tidak bisa benar-benar tahu yang sebenarnya,”kata Ruth Parr, yang berumur 19 tahun ketika ayahnya, Thomas, meninggal dalam kecelakaan pesawat MH653 itu kapada CNN yang dilansir Jumat (28/3/2014).
Pembajak pesawat MH653 itu pun tidak bisa diidentifikasi, meskipun dalam rekaman suara kokpit terdengar suara tembakan yang menewaskan kedua pilot pesawat tersebut.
Sebuah laporan dari Departemen Penerbangan Sipil Malaysia mengatakan pesawat itu dibajak saat mendekati Kuala Lumpur. Rupanya, ada kebingungan dari si pembajak, apakah pesawat harus mendarat di Kuala Lumpur atau dilanjutkan menuju Singapura.
Laporan CNN itu menyimpulkan bahwa kecelakaan itu disebabkan oleh kondisi awak pesawat yang sudah dilumpuhkan. Lamanya waktu untuk mengungkap misteri pembajakan pesawat itu, setidaknya membuat keluarga korban mengalami trauma berkepanjangan.
”Anda harus membawa (kenangan pahit) sepanjang waktu,” ujar Tom Sherrington, yang ayahnya, Richard menjadi korban pesawat MH653. Sherrington mengatakan bahwa keluarga korban pesawat MH370 harus fokus untuk mengingat orang yang mereka cintai dan tidak perlu terobsesi dengan menyalahkan siapa pun atas tragedi tersebut.
Pesawat MH653 jenis Boeing-200 dibajak ketika terbang dari Penang ke Kuala Lumpur. Pesawat itu lantas menabrak hutan mangrove. Tapi, untuk mengungkap pembajakan itu Malaysia butuh waktu 37 tahun. Jika pesawat yang bisa ditemukan itu saja butuh 37 tahun untuk mengungkap misteri pembajakan, bagaimana dengan nasib MH370?
”(Sebelum) 37 tahun ke depan, kita tidak bisa benar-benar tahu yang sebenarnya,”kata Ruth Parr, yang berumur 19 tahun ketika ayahnya, Thomas, meninggal dalam kecelakaan pesawat MH653 itu kapada CNN yang dilansir Jumat (28/3/2014).
Pembajak pesawat MH653 itu pun tidak bisa diidentifikasi, meskipun dalam rekaman suara kokpit terdengar suara tembakan yang menewaskan kedua pilot pesawat tersebut.
Sebuah laporan dari Departemen Penerbangan Sipil Malaysia mengatakan pesawat itu dibajak saat mendekati Kuala Lumpur. Rupanya, ada kebingungan dari si pembajak, apakah pesawat harus mendarat di Kuala Lumpur atau dilanjutkan menuju Singapura.
Laporan CNN itu menyimpulkan bahwa kecelakaan itu disebabkan oleh kondisi awak pesawat yang sudah dilumpuhkan. Lamanya waktu untuk mengungkap misteri pembajakan pesawat itu, setidaknya membuat keluarga korban mengalami trauma berkepanjangan.
”Anda harus membawa (kenangan pahit) sepanjang waktu,” ujar Tom Sherrington, yang ayahnya, Richard menjadi korban pesawat MH653. Sherrington mengatakan bahwa keluarga korban pesawat MH370 harus fokus untuk mengingat orang yang mereka cintai dan tidak perlu terobsesi dengan menyalahkan siapa pun atas tragedi tersebut.
(mas)