Perekam suara kokpit tak bisa ungkap misteri MH370
Jum'at, 28 Maret 2014 - 08:08 WIB
Perekam suara kokpit tak bisa ungkap misteri MH370
A
A
A
Sindonews.com - Perekam suara kokpit pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 tidak akan bisa membantu menguak misteri hilangnya pesawat pembawa 239 orang itu. Sebab, cockpit voide recorder (CVR) atau data rekaman suara secara otomatis telah terhapus selama dua jam pesawat terbang.
Seorang sumber yang ahli tentang cara kerja black box atau kotak hitam pesawat--yang terdiri dari CVR dan rekaman data penerbangan--mengatakan informasi teknis dari rekaman data penerbangan saja tidak cukup bagi penyidik untuk menemukan masalah mekanik pesawat.
”Orang yang ahli dan terlatih akan bisa mendapatkan banyak informasi dari rekaman data penerbangan. Tapi, bagaiaman jika itu bukan kesalahan mekanis tetapi kesengajaan? Saya pikir kita tidak akan dapat memberi tahu apa yang sebenarnya terjadi tanpa data suara,” kata sumber itu, seperti dikutip The Star, Jumat (28/3/2014).
Menurut perusahaan Honeywell Aerospace di Amerika Serikat, yang menyediakan kotak hitam, menyatakan, rekaman terakhir kokpit pesawat hanya bisa dipertahankan dua jam. ”Prinsipnya adalah (data) di tempat, karena biasanya (data) bagian yang terakhir dari penerbangan yang menentukan penyebab kecelakaan itu,” tulis kantor berita BBC, mengutip keterangan perusahaan tersebut.
Penerbangan pesawat MH370 yang dinyatakan berakhir di Samudera Hindia selatan, tampaknya akan menjadi lebih sulit terungkap jika perekam itu tidak ditemukan sebelum baterai kotak hitam habis atau mati. Sebab, umur dari baterai kotak hitam hanya 30 hari setelah pesawat mengalami insiden.
David Barry, ahli penerbangan mengatakan kepada Telegraph, bahwa kotak hitam yang mengirim sinyal “ping” harus segera ditemukan. ”(Namun) mengingat lokasi yang terpencil, kedalaman laut dan kondisi cuaca di sana (Samudera Hindia), kotak hitam hampir mustahil untuk ditemukan,” katanya.
“Ini hanya akan memecahkan kasus melalui temuan puing-puing, mungkin butuh waktu selama beberapa tahun,” lanjut dia.
Seorang sumber yang ahli tentang cara kerja black box atau kotak hitam pesawat--yang terdiri dari CVR dan rekaman data penerbangan--mengatakan informasi teknis dari rekaman data penerbangan saja tidak cukup bagi penyidik untuk menemukan masalah mekanik pesawat.
”Orang yang ahli dan terlatih akan bisa mendapatkan banyak informasi dari rekaman data penerbangan. Tapi, bagaiaman jika itu bukan kesalahan mekanis tetapi kesengajaan? Saya pikir kita tidak akan dapat memberi tahu apa yang sebenarnya terjadi tanpa data suara,” kata sumber itu, seperti dikutip The Star, Jumat (28/3/2014).
Menurut perusahaan Honeywell Aerospace di Amerika Serikat, yang menyediakan kotak hitam, menyatakan, rekaman terakhir kokpit pesawat hanya bisa dipertahankan dua jam. ”Prinsipnya adalah (data) di tempat, karena biasanya (data) bagian yang terakhir dari penerbangan yang menentukan penyebab kecelakaan itu,” tulis kantor berita BBC, mengutip keterangan perusahaan tersebut.
Penerbangan pesawat MH370 yang dinyatakan berakhir di Samudera Hindia selatan, tampaknya akan menjadi lebih sulit terungkap jika perekam itu tidak ditemukan sebelum baterai kotak hitam habis atau mati. Sebab, umur dari baterai kotak hitam hanya 30 hari setelah pesawat mengalami insiden.
David Barry, ahli penerbangan mengatakan kepada Telegraph, bahwa kotak hitam yang mengirim sinyal “ping” harus segera ditemukan. ”(Namun) mengingat lokasi yang terpencil, kedalaman laut dan kondisi cuaca di sana (Samudera Hindia), kotak hitam hampir mustahil untuk ditemukan,” katanya.
“Ini hanya akan memecahkan kasus melalui temuan puing-puing, mungkin butuh waktu selama beberapa tahun,” lanjut dia.
(mas)