Pengkritis Israel asal RI dijagokan untuk mantau Palestina

Kamis, 27 Maret 2014 - 16:49 WIB
Pengkritis Israel asal...
Pengkritis Israel asal RI dijagokan untuk mantau Palestina
A A A
Sindonews.com – Banyak negara di dunia, khususnya kawasan Arab menekan Dewan Hak Asasi Manusia PBB untuk menyisihkan satu kandidat yang khusus memantau tindakan Israel terhadap Palestina. Satu kandidat itu merujuk kepada sosok diplomat Indonesia, Makarim Wibisono.

Demikian keterangan kelompok non-pemerintah, UN Watch.Para penyidik HAM PBB mencurigai Israel melakukan praktik pembersihan etnis di Palestina.

UN Watch mengatakan diplomat Amerika Serikat, Christina Cerna harus diganti sebagai pemantau krisis Palestina, karena dia tidak vokal terhadap aksi Israel. Sementara itu, UNHRC pada Jumat diharapkan untuk menyerahkan kandidat pengganti Cerna.

Sosok Makarim Wibisono, menurut UN Watch, adalah sosok yang tepat untuk memantau krisis HAM di Palestina. Pertimbangannya, Makarim selama ini dikenal sebagai sosok yang kritis terhadap aksi Israel di Palestina.

Namun, rekomendasi itu menjadi masalah. Sebab, Indonesia hingga kini tidak menjalin hubungan diplomatik dengan Israel. Direktur eksekutif UN Watch, Neuer, penunjukan Makarim Wibisono sebenarnya tepat, namun masalah itu akan menjadi ganjalan.

“Wibisono di masa lalu kritis menuduh Israel menggunakan kekuatannya terhadap rakyat Palestina, (dia) menyatakan, tindakan agresi Israel tidak bisa diterus-teruskan,” puji Neuer, semalam (26/3/2014) seperti dikutip Jpost.

“Wibisono telah mengacu pada kebijakan kejam dan brutal oleh penguasa yang melakukan pendudukan, dan menuduh Israel sebagai penyerang yang secara serampangan dan berulang kali,” lanjut Neuer.

Sebaliknya, Cerna yang diminta kelompok itu untuk diganti, karena selama ini pasif tentang konflik Israel dan Palestina.

UN Watch telah memperoleh salinan surat dari duta besar Yaman untuk PBB di Jenewa, Ali Mohamed Majawr. Menurutnya, penugasan terhadap Cerna tidak dapat diterima, karena dia punya keahlian atau pengalaman yang relevan terhadap situasi di Timur Tengah. ”Pemilihan calon dari negara maju juga bermasalah,” bunyi surat Majawr menyindir sosok Cerna.
(mas)
Berita Terkait
Tentara Israel Tembaki...
Tentara Israel Tembaki RS Indonesia di Gaza, MER-C Laporkan 8 Pasien Tewas
Indonesia-Tanzania Bahas...
Indonesia-Tanzania Bahas Perdagangan hingga Konflik Israel-Gaza
Sikap RI Usai Israel...
Sikap RI Usai Israel Gabung dengan
Kutuk Serangan Israel...
Kutuk Serangan Israel ke RS Indonesia, Menlu Retno: Pelanggaran Hukum Humaniter Internasional!
RS Indonesia di Gaza...
RS Indonesia di Gaza Diserang Israel, 3 WNI Relawan Indonesia Hilang Kontak
Direktur RS Indonesia...
Direktur RS Indonesia Marwan Al-Sultan Dibunuh Israel, Indonesia Berduka
Berita Terkini
Setelah Ribuan Gen Z...
Setelah Ribuan Gen Z Berdemo selama Berminggu-minggu, Menteri Pendidikan India Mundur
2 jam yang lalu
Viral di Media Sosial,...
Viral di Media Sosial, Jet Tempur AS Diduga Jatuh di Iran pada Serangan ke-13
3 jam yang lalu
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
4 jam yang lalu
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
5 jam yang lalu
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
6 jam yang lalu
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
7 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved