Ini masalah pilot MH370 sebelum terbang
Kamis, 27 Maret 2014 - 15:20 WIB
Ini masalah pilot MH370 sebelum terbang
A
A
A
Sindonews.com – Sejumlah teman dan pilot yang akrab dengan pilot pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370, Kapten Zaharie Ahmad Shah, mengungkap adanya masalah yang dialami sang pilot sebelum menerbangkan pesawat itu.
Seorang teman yang dekat dengan Zaharie mengatakan, pilot pesawat MH370 putus asa atas keputusan istrinya yang memilih pindah dari rumah mereka di Malaysia. Zaharie, juga disebut mengalami kebingungan dengan masalah keluarga yang dihadapinya.
Kendati demikian, teman Zaharie yang seorang pilot itu mengatakan kepada New Zealand Herald, bahwa Zaharie merupakan pilot hebat. ”Zaharie adalah salah satu pilot terbaik. Saya bukan ahli medis, tetapi dengan semua yang terjadi dalam hidupnya, dalam pikirannya mungkin tidak pas untuk terbang,” ujarnya, Kamis (27/3/2014).
Pengungkapan masalah pribadi Zaharie itu, juga bersamaan dengan temuan data baru, bahwa pesawat MH370 terbang setinggi 43.000 hingga 45.0000 kaki, setelah awak di kokpit pesawat berkomunikasi terakhir dengan petugas lalu lintas udara.
Pakar penerbangan juga telah menganasisis, bahwa data yang menyatakan pesawat MH370 terbang hingga 45.000 kaki selama 23 menit, kemungkinan mengalami hipoksia atau kehabisan oksigen.
Yang terjadi dalam kondisi demikian, diduga semua awak dan penumpang pesawat dalam kondisi tak sadarkan diri. Dugaan itu menguatkan, laporan bahwa tak ada satu pun dari awak pesawat yang mengirim sinyal darurat kepada petugas lalu lintas udara.
Namun, keluarga Zaharie menolak spekulasi yang menyebut pilot tersebut sengaja mencelakakan para penumpang MH370. Keluarga Zaharie bahkan sedang tertekan, karena selain kehilangan kepala keluarga, mereka juga menghadapi pemeriksaan dari polisi.
Seorang teman yang dekat dengan Zaharie mengatakan, pilot pesawat MH370 putus asa atas keputusan istrinya yang memilih pindah dari rumah mereka di Malaysia. Zaharie, juga disebut mengalami kebingungan dengan masalah keluarga yang dihadapinya.
Kendati demikian, teman Zaharie yang seorang pilot itu mengatakan kepada New Zealand Herald, bahwa Zaharie merupakan pilot hebat. ”Zaharie adalah salah satu pilot terbaik. Saya bukan ahli medis, tetapi dengan semua yang terjadi dalam hidupnya, dalam pikirannya mungkin tidak pas untuk terbang,” ujarnya, Kamis (27/3/2014).
Pengungkapan masalah pribadi Zaharie itu, juga bersamaan dengan temuan data baru, bahwa pesawat MH370 terbang setinggi 43.000 hingga 45.0000 kaki, setelah awak di kokpit pesawat berkomunikasi terakhir dengan petugas lalu lintas udara.
Pakar penerbangan juga telah menganasisis, bahwa data yang menyatakan pesawat MH370 terbang hingga 45.000 kaki selama 23 menit, kemungkinan mengalami hipoksia atau kehabisan oksigen.
Yang terjadi dalam kondisi demikian, diduga semua awak dan penumpang pesawat dalam kondisi tak sadarkan diri. Dugaan itu menguatkan, laporan bahwa tak ada satu pun dari awak pesawat yang mengirim sinyal darurat kepada petugas lalu lintas udara.
Namun, keluarga Zaharie menolak spekulasi yang menyebut pilot tersebut sengaja mencelakakan para penumpang MH370. Keluarga Zaharie bahkan sedang tertekan, karena selain kehilangan kepala keluarga, mereka juga menghadapi pemeriksaan dari polisi.
(mas)