Mundur dari militer, pentolan kudeta Mesir nyapres
Kamis, 27 Maret 2014 - 12:57 WIB
Mundur dari militer, pentolan kudeta Mesir nyapres
A
A
A
Sindonews.com - Panglima militer Mesir, Jenderal Abdel Fattah el – Sisi resmi mengundurkan diri sebagai Menteri Pertahanan. Sisi lantas mengumumkan, bahwa dia mencalonkan diri sebagai Presiden Mesir.
Pernyataan Jenderal Sisi disampaikan setelah setelah pertemuan tingkat tinggi dengan Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata (SCAF) Mesir.
Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan televisi, Sisi mengatakan dia telah mengundurkan diri dari militer. Saat pengumuman itu, dia berujar, bahwa itu yang terakhir kali dia mengenakan seragam militernya. ”Saya menyerahkan seragam untuk membela bangsa dan mencalonkan diri dalam pemilu yang diharapkan (digelar) bulan depan,” kata Sisi, seperti dikutip Reuters, Kamis (27/3/2014).
Dalam sambutannya, Sisi mengingatkan keamanan dan ekonomi Mesir menjadi tantangan yang harus dihadapi rakyat Mesir secara bersama-sama. Menurutnya, dia tidak bisa mengharapkan “mukjizat” jatuh dari langit. Namun, dia menyerukan semua rakyat Mesir untuk bekerja keras untuk memperbaiki negara.
Sisi berhasrat untuk membangun Mesir sebagai negara modern dan demokratis. ”Dia berbicara tentang kesengsaraan yang dihadapi negara, termasuk jutaan pengangguran dan merosotnya ekonomi,” bunyi laporan televisi Pemerintah Mesir.
Mantan pemimpin militer berusia 59 tahun itu merupakan pemimpin militer yang menggulingkan Presiden Mesir yang terpilih dalam pemilu demokratis, Mohamed Morsi, pada Juli 2013 lalu.
Morsi terpilih sebagai Presiden Mesir tahun 2012. Namun, dalam kepemimpinannya, ekonomi Mesir terpuruk dan muncul gelombang demonstrasi besar-besaran yang berujung pada krisis berdarah di Mesir.
Pernyataan Jenderal Sisi disampaikan setelah setelah pertemuan tingkat tinggi dengan Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata (SCAF) Mesir.
Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan televisi, Sisi mengatakan dia telah mengundurkan diri dari militer. Saat pengumuman itu, dia berujar, bahwa itu yang terakhir kali dia mengenakan seragam militernya. ”Saya menyerahkan seragam untuk membela bangsa dan mencalonkan diri dalam pemilu yang diharapkan (digelar) bulan depan,” kata Sisi, seperti dikutip Reuters, Kamis (27/3/2014).
Dalam sambutannya, Sisi mengingatkan keamanan dan ekonomi Mesir menjadi tantangan yang harus dihadapi rakyat Mesir secara bersama-sama. Menurutnya, dia tidak bisa mengharapkan “mukjizat” jatuh dari langit. Namun, dia menyerukan semua rakyat Mesir untuk bekerja keras untuk memperbaiki negara.
Sisi berhasrat untuk membangun Mesir sebagai negara modern dan demokratis. ”Dia berbicara tentang kesengsaraan yang dihadapi negara, termasuk jutaan pengangguran dan merosotnya ekonomi,” bunyi laporan televisi Pemerintah Mesir.
Mantan pemimpin militer berusia 59 tahun itu merupakan pemimpin militer yang menggulingkan Presiden Mesir yang terpilih dalam pemilu demokratis, Mohamed Morsi, pada Juli 2013 lalu.
Morsi terpilih sebagai Presiden Mesir tahun 2012. Namun, dalam kepemimpinannya, ekonomi Mesir terpuruk dan muncul gelombang demonstrasi besar-besaran yang berujung pada krisis berdarah di Mesir.
(mas)