Kerabat tak bisa makamkan korban MH370 tanpa jasad
Kamis, 27 Maret 2014 - 09:10 WIB
Kerabat tak bisa makamkan korban MH370 tanpa jasad
A
A
A
Sindonews.com – Para keluarga penumpang pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 kebingungan, karena tidak bisa melakukan upacara pemakaman tanpa ada jasad korban. Selain itu, mereka juga tidak bisa memastikan waktu dan lokasi di mana orang-orang yang mereka cintai telah diyakini tewas.
Departemen Perdana Menteri Malaysia menyatakan, upacara pemakaman untuk korban yang beragama Islam tidak akan dilakukan sampai misi pencarian pesawat MH370 dihasilkan kesimpulan yang pasti.
Kerabat dari umat agama lain juga mengalami dilema serupa. G. Subramaniam, ayah dari penumpang pesawat MH370 atas nama Puspanathan, 34, mengaku tidak bisa berbuat apa-apa untuk menggelar upacara pemakaman, karena tidak ada jasad korban.
”Saya masih percaya, anak saya akan kembali karena tidak ada sertifikat kematian yang dikeluarkan terkait statusnya,” katanya, sebagaimana dilaporkan The Star, Kamis (27/3/2014).
Dalam tradisi Hindu, seperti dikutip dari buku “Hindu Rites of Passage” upacara kematian untuk seseorang yang sudah meninggal membutuhkan tanggal dan jam yang tepat, kapan seseorang itu dinyatakan meninggal.
“Jika tidak, jiwa tidak akan beristirahat dalam damai dan akan menjadi roh yang membumi. Pihak berwenang harus menyatakan tanggal dan waktu, karena ada upacara khusus,” kata P.S. Maniam si penulis buku tersebut.
Tan Hoe Chieow, Presiden Federasi Asosiasi Tao Malaysia, menambahkan, upacara pemakaman hanya bisa dilakukan jika ada catatan waktu dan lokasi di mana orang itu meninggal. ”Kita perlu tahu di mana lokasi itu terjadi dan pergi ke lokasi kecelakaan untuk melakukan ritual dan doa,” katanya.
Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, sudah mengumumkan bahwa pesawat MH370 jatuh di Samudera Hindia. Sedangkan pihak MAS melalui pesan tertulis kepada para kerabat korban menyatakan, tidak ada yang selamat dalam insiden pesawat MH370. Namun, hingga kini lokasi tepatnya pesawat MH370 jatuh di Samudera Hindia belum diketahui secara pasti.
Departemen Perdana Menteri Malaysia menyatakan, upacara pemakaman untuk korban yang beragama Islam tidak akan dilakukan sampai misi pencarian pesawat MH370 dihasilkan kesimpulan yang pasti.
Kerabat dari umat agama lain juga mengalami dilema serupa. G. Subramaniam, ayah dari penumpang pesawat MH370 atas nama Puspanathan, 34, mengaku tidak bisa berbuat apa-apa untuk menggelar upacara pemakaman, karena tidak ada jasad korban.
”Saya masih percaya, anak saya akan kembali karena tidak ada sertifikat kematian yang dikeluarkan terkait statusnya,” katanya, sebagaimana dilaporkan The Star, Kamis (27/3/2014).
Dalam tradisi Hindu, seperti dikutip dari buku “Hindu Rites of Passage” upacara kematian untuk seseorang yang sudah meninggal membutuhkan tanggal dan jam yang tepat, kapan seseorang itu dinyatakan meninggal.
“Jika tidak, jiwa tidak akan beristirahat dalam damai dan akan menjadi roh yang membumi. Pihak berwenang harus menyatakan tanggal dan waktu, karena ada upacara khusus,” kata P.S. Maniam si penulis buku tersebut.
Tan Hoe Chieow, Presiden Federasi Asosiasi Tao Malaysia, menambahkan, upacara pemakaman hanya bisa dilakukan jika ada catatan waktu dan lokasi di mana orang itu meninggal. ”Kita perlu tahu di mana lokasi itu terjadi dan pergi ke lokasi kecelakaan untuk melakukan ritual dan doa,” katanya.
Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, sudah mengumumkan bahwa pesawat MH370 jatuh di Samudera Hindia. Sedangkan pihak MAS melalui pesan tertulis kepada para kerabat korban menyatakan, tidak ada yang selamat dalam insiden pesawat MH370. Namun, hingga kini lokasi tepatnya pesawat MH370 jatuh di Samudera Hindia belum diketahui secara pasti.
(mas)