Soal MH370, Malaysia: Sejarah akan hakimi kita dengan baik
Kamis, 27 Maret 2014 - 08:42 WIB
Soal MH370, Malaysia: Sejarah akan hakimi kita dengan baik
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Malaysia membela diri dengan maraknya hujatan, terutama dari para korban pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370. Menteri Transportasi Malaysia, Hishamuddin Hussein, mengklaim sejarah akan mencatat Malaysia sebagai negara baik atas insiden pesawat MH370.
“Saya pikir sejarah akan menghakimi kita dengan baik,” ucap Hishammuddin membela penanganan Malaysia atas krisis MH370.
Menurutnya, sudah ada 26 negara yang bekerja sama untuk membantu mencari pesawat MH370. Bahkan, lanjut Hishamuddin, negara-negara itu mengerahkan pesawat dan alat paling canggih dalam misi itu. Tapi, hingga kini pesawat yang hilang sejak 8 Maret 2014 itu belum berhasil ditemukan.
”Di (saat) dunia yang penuh dengan kebencian, kematian, apa yang kita lihat adalah upaya bersama dari semua sektor masyarakat, terlepas dari warna kulit, ras, agama,” ujarnya, seperti dikutip The Star, Kamis (27/3/2014).
”Batas tidak menjadi perhatian di sebuah daerah di Asia Tenggara, di mana kami berjuang di tengah laut, dan sekarang kami bekerja sama. Saya pikir itu adalah prestasi besar,” klaim Hishamuddin yang merangkap sebagai Menteri Pertahanan Malaysia itu.
Ditanya reaksi Malaysia yang “babak belur” oleh pemberitaan kritis media internasional dalam penanganan insiden pesawat MH370 yang membingungkan itu, Hishamuddin menganggap sebutan “babak belur” itu berlebihan. Dia justru mengklaim, Malaysia menerima pujian yang cukup mengagumkan.
”Tentu saja, seperti yang kita lalui hari ini. Ketika ketika tidak ada kesimpulan itu, ketika kita belum menemukan puing-puing atau hal yang terkait ke MH370, spekulasi akan terus datang, dan orang-orang akan menatap kea rah Malaysia. Tapi saya pikir sejarah akan menghakimi kita dengan baik,” katanya lagi.
“Saya pikir sejarah akan menghakimi kita dengan baik,” ucap Hishammuddin membela penanganan Malaysia atas krisis MH370.
Menurutnya, sudah ada 26 negara yang bekerja sama untuk membantu mencari pesawat MH370. Bahkan, lanjut Hishamuddin, negara-negara itu mengerahkan pesawat dan alat paling canggih dalam misi itu. Tapi, hingga kini pesawat yang hilang sejak 8 Maret 2014 itu belum berhasil ditemukan.
”Di (saat) dunia yang penuh dengan kebencian, kematian, apa yang kita lihat adalah upaya bersama dari semua sektor masyarakat, terlepas dari warna kulit, ras, agama,” ujarnya, seperti dikutip The Star, Kamis (27/3/2014).
”Batas tidak menjadi perhatian di sebuah daerah di Asia Tenggara, di mana kami berjuang di tengah laut, dan sekarang kami bekerja sama. Saya pikir itu adalah prestasi besar,” klaim Hishamuddin yang merangkap sebagai Menteri Pertahanan Malaysia itu.
Ditanya reaksi Malaysia yang “babak belur” oleh pemberitaan kritis media internasional dalam penanganan insiden pesawat MH370 yang membingungkan itu, Hishamuddin menganggap sebutan “babak belur” itu berlebihan. Dia justru mengklaim, Malaysia menerima pujian yang cukup mengagumkan.
”Tentu saja, seperti yang kita lalui hari ini. Ketika ketika tidak ada kesimpulan itu, ketika kita belum menemukan puing-puing atau hal yang terkait ke MH370, spekulasi akan terus datang, dan orang-orang akan menatap kea rah Malaysia. Tapi saya pikir sejarah akan menghakimi kita dengan baik,” katanya lagi.
(mas)