Operasi militer tewaskan 10 militan di Afghanistan
Rabu, 26 Maret 2014 - 21:44 WIB
Operasi militer tewaskan 10 militan di Afghanistan
A
A
A
Sindonews.com – Tak kurang dari 10 militan tewas, sementara 16 lainnya terluka dalam operasi militer tentara Afghanistan di seluruh negara. Demikian diungkapkan Kementerian Pertahanan Afghanistan.
"Tentara Afghanistan melakukan beberapa operasi militer di Provinsi Helmand, Herat, Farah, dan Laghman sejak Selasa pagi. Dua pemimpin lokal Taliban, yaitu Mullah Shahkir dan Mullah Qudrat tewas dalam serangan tersebut," ungkap kementerian itu dalam sebuah pernyataan.
“Para penjinak bom tentara Afghanistan berhasil menjinakkan 72 bom pinggir jalan dan ranjau darat selama operasi militer berlangsung,” kementerian tersebut menambahkan, seperti dilansir Xinhua, Rabu (26/3/2014).
Pasukan keamanan telah meningkatkan upaya untuk membersihkan militan di Afghanistan sebagai bentuk pengamanan negara yang sedang mempersiapkan pemilihan presiden dan dewan provinsi yang dijadwalkan berlangsung April 5.
Namun, militan membalas dengan serangan teror dan pemboman. Pernyataan tersebut menambahkan, dua tentara tentara tewas dalam serangan bom selama periode waktu yang sama dengan operasi militer.
"Tentara Afghanistan melakukan beberapa operasi militer di Provinsi Helmand, Herat, Farah, dan Laghman sejak Selasa pagi. Dua pemimpin lokal Taliban, yaitu Mullah Shahkir dan Mullah Qudrat tewas dalam serangan tersebut," ungkap kementerian itu dalam sebuah pernyataan.
“Para penjinak bom tentara Afghanistan berhasil menjinakkan 72 bom pinggir jalan dan ranjau darat selama operasi militer berlangsung,” kementerian tersebut menambahkan, seperti dilansir Xinhua, Rabu (26/3/2014).
Pasukan keamanan telah meningkatkan upaya untuk membersihkan militan di Afghanistan sebagai bentuk pengamanan negara yang sedang mempersiapkan pemilihan presiden dan dewan provinsi yang dijadwalkan berlangsung April 5.
Namun, militan membalas dengan serangan teror dan pemboman. Pernyataan tersebut menambahkan, dua tentara tentara tewas dalam serangan bom selama periode waktu yang sama dengan operasi militer.
(esn)