MH370 kehabisan oksigen, pilot tak sadarkan diri?
Rabu, 26 Maret 2014 - 16:38 WIB
MH370 kehabisan oksigen, pilot tak sadarkan diri?
A
A
A
Sindonews.com – Analisis baru muncul terkait teka-teki hilangnya pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370. Para peneliti menduga saat pesawat terbang pada ketinggian 45.000 kaki selama 23 menit, pesawat mengalami hipoksia atau kehabisan oksigen.
Dugaan itu yang menyebabkan, semua orang termasuk pilot menjadi tidak sadar dan tidak bisa mengirim pesan darurat ke petugas lalu lintas udara.
Daily Mail melaporkan, batas ketinggian terbang untuk pesawat komersial adalah 43.100 kaki. Tapi, tapi radar militer telah melacak pesawat MH370 terbang di antara 43.000 kaki hingga 45.000 kaki setelah komunikasi terakhir dari awak kokpit dengan petugas lalu lintas udara.
”Itu (sudah) dilacak, dan terbang pada ketinggian ini (45.000 kaki) selama 23 menit sebelum turun. Oksigen akan habis dalam 12 menit (di kabin) kemungkinan penumpang sudah tidak sadar,” kata ahli penerbangan untuk pesawat Boeing 777, Rabu (26/3/2014).
Andrew Rae, profesor eksperimental dan terapan aerodinamika di Universitas Highlands & Islands, mengatakan kepada Daily Mail; ”Ventilasi tekanan kabin akan menjadi masalah (ketika) pesawat terbang pada ketinggia 10.000 kaki, 30.000 kaki atau 43.000 kaki.”
”Fakta bahwa pesawat terbang pada ketinggian 43.000 kaki, kondisi yang memicu pasokan oksigen pada kabin dalam situasi darurat,” lanjut Rae.
Sementara itu, Chris Goodfellow, pilot Kanada dengan pengalaman 20 tahun, mengatakan dalam sebuah posting di Google Plus, bahwa ia percaya pesawat mengalami kebakaran. Tapi, dia meyakini pilot pesawat MH370, Kapten Zaharie Ahmad Shah, pasti berupaya menyelamatkan para penumpang.
”Kami pilot tua, yang selalu tahu bandara terdekat. Secara naluriah ketika saya berbelok ke kiri, saya tahu saya sedang menuju bandara,” katanya menceritakan naluri seorang pilot.
Dugaan itu yang menyebabkan, semua orang termasuk pilot menjadi tidak sadar dan tidak bisa mengirim pesan darurat ke petugas lalu lintas udara.
Daily Mail melaporkan, batas ketinggian terbang untuk pesawat komersial adalah 43.100 kaki. Tapi, tapi radar militer telah melacak pesawat MH370 terbang di antara 43.000 kaki hingga 45.000 kaki setelah komunikasi terakhir dari awak kokpit dengan petugas lalu lintas udara.
”Itu (sudah) dilacak, dan terbang pada ketinggian ini (45.000 kaki) selama 23 menit sebelum turun. Oksigen akan habis dalam 12 menit (di kabin) kemungkinan penumpang sudah tidak sadar,” kata ahli penerbangan untuk pesawat Boeing 777, Rabu (26/3/2014).
Andrew Rae, profesor eksperimental dan terapan aerodinamika di Universitas Highlands & Islands, mengatakan kepada Daily Mail; ”Ventilasi tekanan kabin akan menjadi masalah (ketika) pesawat terbang pada ketinggia 10.000 kaki, 30.000 kaki atau 43.000 kaki.”
”Fakta bahwa pesawat terbang pada ketinggian 43.000 kaki, kondisi yang memicu pasokan oksigen pada kabin dalam situasi darurat,” lanjut Rae.
Sementara itu, Chris Goodfellow, pilot Kanada dengan pengalaman 20 tahun, mengatakan dalam sebuah posting di Google Plus, bahwa ia percaya pesawat mengalami kebakaran. Tapi, dia meyakini pilot pesawat MH370, Kapten Zaharie Ahmad Shah, pasti berupaya menyelamatkan para penumpang.
”Kami pilot tua, yang selalu tahu bandara terdekat. Secara naluriah ketika saya berbelok ke kiri, saya tahu saya sedang menuju bandara,” katanya menceritakan naluri seorang pilot.
(mas)