Malaysia didesak minta maaf pada kerabat korban MH370
Rabu, 26 Maret 2014 - 16:03 WIB
Malaysia didesak minta maaf pada kerabat korban MH370
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Malaysia didesak untuk meminta maaf secara resmi kepada kerabat korban pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370, terutama pada kerabat korban asal China. Desakan itu disampaikan politisi Malaysia, Khalid Abdul Samad, Rabu (26/3/2014).
Menurutnya, kerabat korban asal China menjadi prioritas, sebab ada 153 warga China yang menjadi korban. ”Mengakui kesalahan kita daripada mencoba untuk menutupinya. Jika China bisa minta maaf ketika mengirim hasil citra satelit yang salah, mengapa kita tidak bisa melakukan hal yang sama?,” katanya dalam konferensi pers di lobi DPR Malaysia, sebagaimana dikutip Malaysia Insider.
Desakan agar Pemerintah Malaysia secara resmi muncul, setelah kerabat korban pesawat MH370 di China menyerbu kedutaan Malaysia di Beijing, meski berhasil dicegah aparat kepolisian.
Kemarin, kerabat korban asal China marah dan menyebut Pemerintah Malaysia, pihak MAS dan militer Malaysia sebagai algojo. Tuduhan itu disampaikan, karena mereka kecewa dengan sikap Pemerintah Malaysia yang seolah-olah menutupi kebenaran tentang insiden pesawat itu.
Bahkan ketika menyerbu keduataan Malaysia di Beijing, para kerabat korban pesawat MH370 meneriakkan slogan-slogan yang menyebut Pemerintah Malaysia sebagai “pembunuh”. Kemarahan mereka memuncak, setelah mendengar pengumuman dari Perdana Menteri Najib Razak Senin malam lalu.
Dalam pengumuman itu, Najib terang-terangan menyatakan, perjalanan pesawat MH370 jenis Boeing 777-200ER yang hilang lebih dari dua minggu berakhir dan jatuh di Samudera Hindia selatan. Sebelum pengumuman itu disampaikan, pihak MAS telah mengirim pesan tertulis kepada kerabat korban, bahwa semua orang yang ada di pesawat MH370 tidak ada yang selamat.
Menurutnya, kerabat korban asal China menjadi prioritas, sebab ada 153 warga China yang menjadi korban. ”Mengakui kesalahan kita daripada mencoba untuk menutupinya. Jika China bisa minta maaf ketika mengirim hasil citra satelit yang salah, mengapa kita tidak bisa melakukan hal yang sama?,” katanya dalam konferensi pers di lobi DPR Malaysia, sebagaimana dikutip Malaysia Insider.
Desakan agar Pemerintah Malaysia secara resmi muncul, setelah kerabat korban pesawat MH370 di China menyerbu kedutaan Malaysia di Beijing, meski berhasil dicegah aparat kepolisian.
Kemarin, kerabat korban asal China marah dan menyebut Pemerintah Malaysia, pihak MAS dan militer Malaysia sebagai algojo. Tuduhan itu disampaikan, karena mereka kecewa dengan sikap Pemerintah Malaysia yang seolah-olah menutupi kebenaran tentang insiden pesawat itu.
Bahkan ketika menyerbu keduataan Malaysia di Beijing, para kerabat korban pesawat MH370 meneriakkan slogan-slogan yang menyebut Pemerintah Malaysia sebagai “pembunuh”. Kemarahan mereka memuncak, setelah mendengar pengumuman dari Perdana Menteri Najib Razak Senin malam lalu.
Dalam pengumuman itu, Najib terang-terangan menyatakan, perjalanan pesawat MH370 jenis Boeing 777-200ER yang hilang lebih dari dua minggu berakhir dan jatuh di Samudera Hindia selatan. Sebelum pengumuman itu disampaikan, pihak MAS telah mengirim pesan tertulis kepada kerabat korban, bahwa semua orang yang ada di pesawat MH370 tidak ada yang selamat.
(mas)