Tegang, maskapai Rusia dilarang mendarat di Ukraina
Rabu, 26 Maret 2014 - 15:38 WIB
Tegang, maskapai Rusia dilarang mendarat di Ukraina
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Rusia marah dan menuduh Ukraina melanggar konvensi internasional. Musababnya, pesawat komersial asal Moskow dilarang mendarat di Ukraina.
Larangan itu membahayakan pesawat, awak dan penumpang pesawat. Larangan mendarat itu, sebagai imbas atas ketegangan Rusia dan Ukraina, setelah Crimea yang semula wilayah Ukraina memilih bergabung ke Rusia.
Mengutip informasi dari operator Aeroflot Rusia, Kementerian Luar Negeri Rusia, pada Rabu (26/3/2014) mengatakan para pejabat perbatasan Ukraina tidak membolehkan kru pesawat tersebut beristirahat ketika mereka terbang ke Ibukota Ukraina, Kiev.
”Rusia bersikeras penghentian tanpa syarat ini, merupakan praktek yang tidak bertanggung jawab oleh Ukraina, dan membahayakan keselamatan penerbangan-penerbangan sipil,” bunyi pernyataan kementerian itu, seperti dilansir Reuters.
Sebelum larangan itu muncul, Kementerian Luar Negeri Rusia juga pernah mengeluarkan pernyataan yang menyebut, warga etnis Rusia telah menjadi target kelompok nasionalis Ukraina. Sedangkan aparat keamanan Ukraina tidak mau mencegah kelompok itu.
Larangan itu membahayakan pesawat, awak dan penumpang pesawat. Larangan mendarat itu, sebagai imbas atas ketegangan Rusia dan Ukraina, setelah Crimea yang semula wilayah Ukraina memilih bergabung ke Rusia.
Mengutip informasi dari operator Aeroflot Rusia, Kementerian Luar Negeri Rusia, pada Rabu (26/3/2014) mengatakan para pejabat perbatasan Ukraina tidak membolehkan kru pesawat tersebut beristirahat ketika mereka terbang ke Ibukota Ukraina, Kiev.
”Rusia bersikeras penghentian tanpa syarat ini, merupakan praktek yang tidak bertanggung jawab oleh Ukraina, dan membahayakan keselamatan penerbangan-penerbangan sipil,” bunyi pernyataan kementerian itu, seperti dilansir Reuters.
Sebelum larangan itu muncul, Kementerian Luar Negeri Rusia juga pernah mengeluarkan pernyataan yang menyebut, warga etnis Rusia telah menjadi target kelompok nasionalis Ukraina. Sedangkan aparat keamanan Ukraina tidak mau mencegah kelompok itu.
(mas)