Nyawa kotak hitam MH370 tinggal hitungan hari
Rabu, 26 Maret 2014 - 11:03 WIB
Nyawa kotak hitam MH370 tinggal hitungan hari
A
A
A
Sindonews.com – Tim pencari pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 menghadapi tantangan keras untuk bisa menemukan kotak hitam pesawat MH370 di Samudera Hindia. Sebab, setelah 30 hari pesawat dinyatakan hilang, kotak hitam itu tidak akan berfungsi lagi.
Tak hanya berpacu dengan waktu, tim pencari kotak hitam pesawat MH370 juga dihadapkan dalam bahaya besar. Mengingat wilayah Samudera Hindia merupakan salah satu medan terganas di dunia.
“Kru pencari dan penyelamat (pesawat MH370) telah bekerja pada tenggat waktu yang ketat untuk menemukan bangkai MH370, sebab kotak hitam pesawat akan berhenti berfungsi setelah 30 hari (dinyatakan hilang),” demikian laporan, Wall Street Journal (WSJ), pada Rabu (26/3/2014).
Penghentian sementara pencarian pesawat MH370 pada Selasa kemarin, merupakan pilihan rasional. Sebab, bahaya gelombang laut hingga setinggi empat meter bisa mengancam jiwa para tim pencari pesawat.
”Kondisi cuaca tersebut terlalu berbahaya bagi pesawat terbang dan kapal untuk melanjutkan misi SAR,” tulis WSJ. Menteri Pertahanan Australia, David Johnston mengatakan, akibat kondisi cuaca buruk itu, banyak kapal telah terdampar di wilayah selatan dari Samudera Hindia, sebelah barat daya Australia.
Menurut Johnston, gelombang laut terburuk bahkan bisa mencapai ketinggian 20 hingga 30 meter. Pencarian pesawat MH370 sendiri sudah memasuki minggu ketiga, dan tanpa ada tanda-tanda keberhasilan yang nyata.
”Anda tidak bisa memilih tempat yang lebih buruk di dunia untuk mencari MH370,” kata Charitha Pattiaratchi profesor di University of Western, Australia.
Tak hanya berpacu dengan waktu, tim pencari kotak hitam pesawat MH370 juga dihadapkan dalam bahaya besar. Mengingat wilayah Samudera Hindia merupakan salah satu medan terganas di dunia.
“Kru pencari dan penyelamat (pesawat MH370) telah bekerja pada tenggat waktu yang ketat untuk menemukan bangkai MH370, sebab kotak hitam pesawat akan berhenti berfungsi setelah 30 hari (dinyatakan hilang),” demikian laporan, Wall Street Journal (WSJ), pada Rabu (26/3/2014).
Penghentian sementara pencarian pesawat MH370 pada Selasa kemarin, merupakan pilihan rasional. Sebab, bahaya gelombang laut hingga setinggi empat meter bisa mengancam jiwa para tim pencari pesawat.
”Kondisi cuaca tersebut terlalu berbahaya bagi pesawat terbang dan kapal untuk melanjutkan misi SAR,” tulis WSJ. Menteri Pertahanan Australia, David Johnston mengatakan, akibat kondisi cuaca buruk itu, banyak kapal telah terdampar di wilayah selatan dari Samudera Hindia, sebelah barat daya Australia.
Menurut Johnston, gelombang laut terburuk bahkan bisa mencapai ketinggian 20 hingga 30 meter. Pencarian pesawat MH370 sendiri sudah memasuki minggu ketiga, dan tanpa ada tanda-tanda keberhasilan yang nyata.
”Anda tidak bisa memilih tempat yang lebih buruk di dunia untuk mencari MH370,” kata Charitha Pattiaratchi profesor di University of Western, Australia.
(mas)