Efek Dopler digunakan cari MH370
Selasa, 25 Maret 2014 - 21:44 WIB
Efek Dopler digunakan cari MH370
A
A
A
Sindonews.com –Menteri Transportasi Malaysia, Datuk Seri Hishammuddin Hussein, mengatakan, Inmarsat sudah mengembangkan teknik terbaru untuk menemukan lokasi pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 berdasarkan kecepatan pesawat yang dihubungkan dengan satelit.
Dia mengatakan, teknik analisis ini bergantung dari pergerakan pesawat. Frekuensi yang diterima dan dikirim akan selalu berbeda, tergantung pada manuver yang dilakukan oleh pesawat, hal ini disebut dengan efek Dopler.
"Untuk menyakinkan teori ini, Inmarsat melakukan percobaan dengan menggunakan informasi yang diperoleh dari enam pesawat Boeing 777 lainnya yang terbang pada hari yang sama dari berbagai arah, dan hasilnya cukup mengembirakan” ungkap Hussein.
Dia mengatakan, analisa Inmarsat membentuk dasar penelitian selanjutnya untuk mencoba menentukan posisi akhir pesawat.
“Penyelidik Malaysia telah mendirikan sebuah kelompok kerja internasional, yang terdiri dari lembaga-lembaga dengan keahlian dalam komunikasi satelit dan kinerja pesawat, untuk melakukan penelitian lebih lanjut," jelas Hussein, seperti dilansir New Straits Times, Selasa (25/3/2014).
Dia mengatakan ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan dan pemerintah berterima kasih kepada Inmarsat,Air Accidents Investigation Branch(AAIB) dan tim investigasi internasional yang terus bekerjasama dengan pemerintah Malaysia untuk menemukan pesawat tersebut.
Dia mengatakan, teknik analisis ini bergantung dari pergerakan pesawat. Frekuensi yang diterima dan dikirim akan selalu berbeda, tergantung pada manuver yang dilakukan oleh pesawat, hal ini disebut dengan efek Dopler.
"Untuk menyakinkan teori ini, Inmarsat melakukan percobaan dengan menggunakan informasi yang diperoleh dari enam pesawat Boeing 777 lainnya yang terbang pada hari yang sama dari berbagai arah, dan hasilnya cukup mengembirakan” ungkap Hussein.
Dia mengatakan, analisa Inmarsat membentuk dasar penelitian selanjutnya untuk mencoba menentukan posisi akhir pesawat.
“Penyelidik Malaysia telah mendirikan sebuah kelompok kerja internasional, yang terdiri dari lembaga-lembaga dengan keahlian dalam komunikasi satelit dan kinerja pesawat, untuk melakukan penelitian lebih lanjut," jelas Hussein, seperti dilansir New Straits Times, Selasa (25/3/2014).
Dia mengatakan ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan dan pemerintah berterima kasih kepada Inmarsat,Air Accidents Investigation Branch(AAIB) dan tim investigasi internasional yang terus bekerjasama dengan pemerintah Malaysia untuk menemukan pesawat tersebut.
(esn)