10 tewas dalam serangan di kantor KPU Afghanistan
Selasa, 25 Maret 2014 - 21:16 WIB
10 tewas dalam serangan di kantor KPU Afghanistan
A
A
A
Sindonews.com –Serangan bom bunuh diri yang menghantam kantor cabang IEC (Komisi Independen Pemilihan) menewaskan setidaknya 10 orang. "Lima di antaranya adalah para militan," ungkap juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, Sediq Sediqi.
"Kelima penyerang telah tewas oleh polisi dan lima orang lainnya, termasuk tiga polisi ikut menjadi korban dalam serangan tersebut,” ungkap Sediqi, seperti dilansir Xinhua, Selasa (25/3/2014).
Sediqi juga menyatakan, bahwa semua yang dokumen serta arsip-asrsip penting yang ada di dalam kompleks IEC berhasil diselamatkan oleh pihak kepolisian.
Sekelompok militan yang dilengkapi dengan rompi bom bunuh diri dan senjata api menyerbu kantor cabang IEC di daerah Darul Aman pukul 11.00 waktu setempat dan memicu baku tembak yang berakhir sekitar pukul 04.00,” Sediqi menambahkan.
Taliban mengaku bertanggung jawab atas serangan yang mereka klaim menewaskan 20 petugas IEC dalam serangan tersebut. Klaim itu ditolak oleh polisi dan disebut sebagai hal tak berdasar.
Taliban menyatakan akan melakukan tindak kekerasan untuk mengganggu pemungutan suara pada 5 April mendatang. Mereka menugaskan para pejuang mereka untuk menyerang staf KPU setempat, pemilih dan pasukan keamanan dalam jangka waktu sampai dengan hari pemilihan.
"Kelima penyerang telah tewas oleh polisi dan lima orang lainnya, termasuk tiga polisi ikut menjadi korban dalam serangan tersebut,” ungkap Sediqi, seperti dilansir Xinhua, Selasa (25/3/2014).
Sediqi juga menyatakan, bahwa semua yang dokumen serta arsip-asrsip penting yang ada di dalam kompleks IEC berhasil diselamatkan oleh pihak kepolisian.
Sekelompok militan yang dilengkapi dengan rompi bom bunuh diri dan senjata api menyerbu kantor cabang IEC di daerah Darul Aman pukul 11.00 waktu setempat dan memicu baku tembak yang berakhir sekitar pukul 04.00,” Sediqi menambahkan.
Taliban mengaku bertanggung jawab atas serangan yang mereka klaim menewaskan 20 petugas IEC dalam serangan tersebut. Klaim itu ditolak oleh polisi dan disebut sebagai hal tak berdasar.
Taliban menyatakan akan melakukan tindak kekerasan untuk mengganggu pemungutan suara pada 5 April mendatang. Mereka menugaskan para pejuang mereka untuk menyerang staf KPU setempat, pemilih dan pasukan keamanan dalam jangka waktu sampai dengan hari pemilihan.
(esn)