Didepak dari G8, Rusia tetap mau kerjasama dengan Barat
Selasa, 25 Maret 2014 - 20:58 WIB
Didepak dari G8, Rusia tetap mau kerjasama dengan Barat
A
A
A
Sindonews.com –Meskipun Rusia telah didepak dari koalisi delapan negara maju di dunia yang menyebut diri sebagai G8, namun Moskow mengaku masih terus melakukan kontak dengan mitra-mitranya di kelompok tersebut.
"Rusia masih siap untuk melakukan kontak di semua tingkatan, termasuk yang tertinggi," ungkap Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, seperti dilansir Xinhua, Selasa (25/3/2014).
Menurutnya, Rusia selalu mendukung semua kerjasama, baik dengan dunia Barat ataupun Timur.
Peskov menuturkan, hingga kini Moskow belum menerima pesan resmi dari Kelompok yang mengubah nama menjadi G7 tersebut, tentang perubahan atau pembatalan jadwal aktivitas.
Peskov menyebutkan, Rusia dan Jerman akan melakukan konsultasi tingkat atas yang dijadwalkan pada April mendatang dan Presiden Vladimir Putin akan datang sebagai undangan untuk bergabung dengan perayaan ulang tahun ke-70 dari pendaratan pasukan Sekutu di Pantai Normandia, Perancis pada Juni 1944.
Para pemimpin dari Italia, Inggris, Jepang, Perancis, Jerman, Kanada, dan Amerika Serikat mengatakan, mereka berencana untuk mengadakan pertemuan puncak G7 di Brussels pada Juni mendatang untuk menggantikan pertemuan G8 yang dijadwalkan di Sochi, Rusia.
Para pemimpin itu juga mengatakan tentang masa depan Rusia di G8 akan ditentukan sampai Moskow mengubah arah.
"Rusia masih siap untuk melakukan kontak di semua tingkatan, termasuk yang tertinggi," ungkap Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, seperti dilansir Xinhua, Selasa (25/3/2014).
Menurutnya, Rusia selalu mendukung semua kerjasama, baik dengan dunia Barat ataupun Timur.
Peskov menuturkan, hingga kini Moskow belum menerima pesan resmi dari Kelompok yang mengubah nama menjadi G7 tersebut, tentang perubahan atau pembatalan jadwal aktivitas.
Peskov menyebutkan, Rusia dan Jerman akan melakukan konsultasi tingkat atas yang dijadwalkan pada April mendatang dan Presiden Vladimir Putin akan datang sebagai undangan untuk bergabung dengan perayaan ulang tahun ke-70 dari pendaratan pasukan Sekutu di Pantai Normandia, Perancis pada Juni 1944.
Para pemimpin dari Italia, Inggris, Jepang, Perancis, Jerman, Kanada, dan Amerika Serikat mengatakan, mereka berencana untuk mengadakan pertemuan puncak G7 di Brussels pada Juni mendatang untuk menggantikan pertemuan G8 yang dijadwalkan di Sochi, Rusia.
Para pemimpin itu juga mengatakan tentang masa depan Rusia di G8 akan ditentukan sampai Moskow mengubah arah.
(esn)