Bom bunuh diri hantam ibu kota Afghanistan
Selasa, 25 Maret 2014 - 19:50 WIB
Bom bunuh diri hantam ibu kota Afghanistan
A
A
A
Sindonews.com – Sebuah bom bunuh diri meledak di dekat Kantor Pemilihan Umum yang juga berdekatan dengan rumah seorang calon Presiden Afghanistan, di kota Kabul.
“Itu adalah serangan bom bunuh diri dekat sebuah kantor cabang IEC (Komisi Independen Pemilihan), " ungkap juru bicara polisi Kabul Hashmat Estanakzai, seperti dilansir Chanel News Asia, Selasa (25/3/2014).
"Serangan ini tidak hanya menghantam rumah dokter Ashraf Ghani, serangan itu mengenai bangunan lain di dekatnya," ungkap salah seorang staf Ghani.
Staf itu juga menyatakan, saat terjadinya ledakan, Ghanis sedang berada Provinsi timur Paktia untuk melakukan kampanye.Pihak Taliban sendiri belum mengkonfirmasi bahwa serangan tersebut dilakukan oleh mereka.
Namun, bila dilihat dari pernyataan Taliban, pasukan keamanan setempat menduga bahwa Taliban lah yang ada di balik serangan tersebut.
Taliban menyatakan akan melakukan tindak kekerasan untuk mengganggu pemungutan suara pada 5 April mendatang.
Mereka menugaskan para pejuang mereka untuk menyerang staf KPU setempat, pemilih, dan pasukan keamanan dalam jangka waktu menjelang sampai dengan hari pemilihan.
“Itu adalah serangan bom bunuh diri dekat sebuah kantor cabang IEC (Komisi Independen Pemilihan), " ungkap juru bicara polisi Kabul Hashmat Estanakzai, seperti dilansir Chanel News Asia, Selasa (25/3/2014).
"Serangan ini tidak hanya menghantam rumah dokter Ashraf Ghani, serangan itu mengenai bangunan lain di dekatnya," ungkap salah seorang staf Ghani.
Staf itu juga menyatakan, saat terjadinya ledakan, Ghanis sedang berada Provinsi timur Paktia untuk melakukan kampanye.Pihak Taliban sendiri belum mengkonfirmasi bahwa serangan tersebut dilakukan oleh mereka.
Namun, bila dilihat dari pernyataan Taliban, pasukan keamanan setempat menduga bahwa Taliban lah yang ada di balik serangan tersebut.
Taliban menyatakan akan melakukan tindak kekerasan untuk mengganggu pemungutan suara pada 5 April mendatang.
Mereka menugaskan para pejuang mereka untuk menyerang staf KPU setempat, pemilih, dan pasukan keamanan dalam jangka waktu menjelang sampai dengan hari pemilihan.
(esn)