Didepak dari G-8, Rusia tidak gentar
Selasa, 25 Maret 2014 - 16:26 WIB
Didepak dari G-8, Rusia tidak gentar
A
A
A
Sindonews.com - Rusia disingkirkan dari kelompok negara ekonomi elite G-8 oleh Amerika Serikat dan negara-negara Eropa lain. Tindakan itu diklaim sebagai ganjaran untuk Rusia atas pelanggaran hukum internasional terhadap Ukraina.
Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, Perdana Menteri Inggris, David Cameron dan para pemimpin dari G-8 lainnya menyatakan, Rusia dikeluarkan dari kelompok G-8 sampai batas waktu yang tak ditentukan atau sampai Presiden Rusia Vladimir Putin mengubah kebijakannya terhadap Ukraina.
Selain AS dan Inggris, negara-negara lain yang kompak mendepak Rusia dari kelompok G-8 adalah, Jerman, Perancis, Italia, Kanada dan Jepang. Dengan tersingkirnya Rusia, kelompok G-8 kini mengubah namanya menjadi kelompok G-7.
Rusia didepak dari G-8, setelah dianggap mencaplok wilayah Crimea, yang sebelumnya wilayah semi-otonom Ukraina. Crimea yang mayoritas warganya etnis Rusia menggelar referendum, dan mayoritas memilih bergabung dengan Federasi Rusia.
Cameron mengatakan pertemuan G-8 yang sejatinya digelar di Sochi, Rusia pada musim panas ini telah dibatalkan. ”Kelompok ini datang bersama-sama karena keyakinan bersama dan tanggung jawab bersama. Tindakan Rusia dalam beberapa pekan terakhir tidak konsisten dengan mereka,” bunyi pernyataan negara-negara G-7.
Menteri Luar Negeri Inggris, William Hague, berujar; ”Presiden Amerika Serikat sangat jelas dalam pertemuan tersebut bahwa akan sulit untuk menghidupkan kembali (G8) dalam waktu dekat”.
Namun, Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Laavrov, meremehkan sikap negara-negara yang mendepak Rusia dari G-8. ”Jika mitra Barat kami percaya format telah habis, kita tidak melekat pada format ini. Kami tidak percaya hal itu akan menjadi masalah besar,” katanya, seperti dilansir Mail Online, Selasa (25/3/2014).
Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, Perdana Menteri Inggris, David Cameron dan para pemimpin dari G-8 lainnya menyatakan, Rusia dikeluarkan dari kelompok G-8 sampai batas waktu yang tak ditentukan atau sampai Presiden Rusia Vladimir Putin mengubah kebijakannya terhadap Ukraina.
Selain AS dan Inggris, negara-negara lain yang kompak mendepak Rusia dari kelompok G-8 adalah, Jerman, Perancis, Italia, Kanada dan Jepang. Dengan tersingkirnya Rusia, kelompok G-8 kini mengubah namanya menjadi kelompok G-7.
Rusia didepak dari G-8, setelah dianggap mencaplok wilayah Crimea, yang sebelumnya wilayah semi-otonom Ukraina. Crimea yang mayoritas warganya etnis Rusia menggelar referendum, dan mayoritas memilih bergabung dengan Federasi Rusia.
Cameron mengatakan pertemuan G-8 yang sejatinya digelar di Sochi, Rusia pada musim panas ini telah dibatalkan. ”Kelompok ini datang bersama-sama karena keyakinan bersama dan tanggung jawab bersama. Tindakan Rusia dalam beberapa pekan terakhir tidak konsisten dengan mereka,” bunyi pernyataan negara-negara G-7.
Menteri Luar Negeri Inggris, William Hague, berujar; ”Presiden Amerika Serikat sangat jelas dalam pertemuan tersebut bahwa akan sulit untuk menghidupkan kembali (G8) dalam waktu dekat”.
Namun, Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Laavrov, meremehkan sikap negara-negara yang mendepak Rusia dari G-8. ”Jika mitra Barat kami percaya format telah habis, kita tidak melekat pada format ini. Kami tidak percaya hal itu akan menjadi masalah besar,” katanya, seperti dilansir Mail Online, Selasa (25/3/2014).
(mas)