Sebut MH370 jatuh tanpa bukti, Malaysia banjir hujatan

Selasa, 25 Maret 2014 - 14:21 WIB
Sebut MH370 jatuh tanpa...
Sebut MH370 jatuh tanpa bukti, Malaysia banjir hujatan
A A A
Sindonews.com – Pemerintah Malaysia menuai hujatan, terutama dari publik China, setelah mengumumkan pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 jatuh di Samudera Hindia selatan. Tak hanya itu, Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, bahkan menyatakan semua orang yang ada di pesawat MH370 tewas.

Paul Yap, dosen penerbangan di Temasek Polytechnic, Singapura, mengatakan, seharusnya Najib menunda pengumuman krusial itu, sebelum menemukan puing-puing pesawat sebagai bukti. Di dunia maya, banyak warga China menghujat Pemerintah Malaysia, meskipun ikut menyampaikan duka cita bagi korban pesawat MH370.

”Bagaimana bisa Pemerintah Malaysia menyatakan penerbangan (MH370) berakhir di Samudera Hindia, tetapi dengan tidak ada bukti fisik,” bunyi salah satu posting di media sosial China, Selasa (25/3/2014).

”Maskapai penerbangan (MAS) dan pemerintah menyembunyikan dan menunda informasi, kemudian memberitahu kabar (bahwa) kerabat sudah meninggal melalui pesan tertulis. Itu menjijikkan,” bunyi postingan yang ditulis warga China lainnya.

Bridget Welsh, seorang pakar politik Malaysia di Universitas Manajemen Singapura, mengatakan niat baik Pemerintah Malaysia, seharusnya bisa diperbaiki.

”Penggunaan pesan tertulis (SMS) bahkan untuk penyampaian komunikasi tambahan bisa dipikirkan kembali. Saya membayangkan setiap kali seseorang melihat telepon mereka, mereka akan teringat dengan kesedihan,” kritik Welsh.

Presenter berita CNN, Richard Quest, ikut menghujat Malaysia yang membuat pengumuman menyedihkan tanpa disertai bukti. ”Kesalahan telah dibuat dalam penyelidikan #MH370 oleh Malaysia untuk memastikannya, tapi kejadian ini belum pernah terjadi sebelumnya,” tulis Quest via Twitter.

“Malaysia akan celaka jika mereka tidak merilis info dan terkutuk jika mereka tidak melakukannya,” bunyi tweet Quest lainnya. ”Ini konyol, (Malaysia) berpura-pura dalam penyelidikan yang kemudian menjadi bencana. Pertanyaan besar adalah bagaimana militer Malaysia melewatkannya.”
(mas)
Berita Terkait
Berlakukan Lockdown,...
Berlakukan Lockdown, Begini Kondisi Terkini Malaysia
Perayaan HUT Malaysia...
Perayaan HUT Malaysia ke-65
Penampakan Banjir Parah...
Penampakan Banjir Parah yang Merendam Apartemen dan Rumah di Selangor Malaysia
Anwar Ibrahim, Dilantik...
Anwar Ibrahim, Dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia
Polri Cek Akun Penghina...
Polri Cek Akun Penghina Raja Malaysia
Malaysia Umumkan Pembubaran...
Malaysia Umumkan Pembubaran Parlemen, Gelar Pemilu Lebih Cepat
Berita Terkini
Setelah Ribuan Gen Z...
Setelah Ribuan Gen Z Berdemo selama Berminggu-minggu, Menteri Pendidikan India Mundur
2 jam yang lalu
Viral di Media Sosial,...
Viral di Media Sosial, Jet Tempur AS Diduga Jatuh di Iran pada Serangan ke-13
3 jam yang lalu
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
4 jam yang lalu
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
5 jam yang lalu
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
6 jam yang lalu
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
7 jam yang lalu
Infografis
Ini Kecanggihan Drone...
Ini Kecanggihan Drone MQ-9 Reaper AS, 11 Unit Telah Ditembak Jatuh Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved