Alat canggih & kronologi terlacaknya tujuan akhir MH370
Selasa, 25 Maret 2014 - 13:31 WIB
Alat canggih & kronologi terlacaknya tujuan akhir MH370
A
A
A
Sindonews.com – Tujuan akhir pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 disebut Pemerintah Malaysia berada di Samudera Hindia selatan. Pesawat pembawa 239 orang itu, dinyatakan jatuh di laut dan tidak ada satu pun orang di pesawat yang selamat.
Bagaimana Malaysia bisa mengetahui, bahkan memastikan pesawat itu jatuh di Samudera Hindia selatan, sebelah barat daya Perth, Australia? Keyakinan Malaysia akan asumsinya itu, tak lepas dari bantuan perusahaan satelit Inmarsat Inggris.
Cara kerja Inmarsat hingga menemukan jejak akhir MH370 menggunakan sinyal gelombang untuk menganalisis tujuh “ping” yang dikirim pesawat MH370 setelah hilang kontak dengan petugas lalu lintas udara. Teknik itu ditemukan pada abad ke-19.
“Ping”, otomatis dikirimkan setiap jam dari pesawat setelah alat komunikasinya mati. Setelah itu, ada indikasi pesawat MH370 terus terbang selama berjam-jam. Dari jeda waktu sinyal mencapai satelit dan sudut elevasi, Inmarsat mampu merespon dengan membentangkan tangkapan sinyal di dua busur, utara dan selatan. Sinyal Inmarsat di busur selatan inilah yang diklaim mendeteksi keberadaan pesawat MH370.
Ilmuwan Inmarsat, mengatakan, pelacakan “ping” pesawat itu menggunakan teknik efek Doppler. ”Kami kemudian mengambil data yang kami punya dari pesawat dan diplot untuk melawan (menangkap) sinyal di koridor selatan,” kata Jonathan Sinnatt, kepala komunikasi perusahaan Inmarsat, seperti dikutip Reuters, Selasa (25/3/2014).
Perusahaan satelit itu kemudian membandingkan lokasi sinyal dengan jalur penerbangan dari pesawat jenis Boeing 777 tersebut. Menurut Sinnatt, perbandingan itu cocok. Yakni, pesawat diketahui berada di Samudera Hindia. Dari data itulah, pesawat MH370 disimpulkan jatuh di Samudera Hindia selatan.
Bagaimana Malaysia bisa mengetahui, bahkan memastikan pesawat itu jatuh di Samudera Hindia selatan, sebelah barat daya Perth, Australia? Keyakinan Malaysia akan asumsinya itu, tak lepas dari bantuan perusahaan satelit Inmarsat Inggris.
Cara kerja Inmarsat hingga menemukan jejak akhir MH370 menggunakan sinyal gelombang untuk menganalisis tujuh “ping” yang dikirim pesawat MH370 setelah hilang kontak dengan petugas lalu lintas udara. Teknik itu ditemukan pada abad ke-19.
“Ping”, otomatis dikirimkan setiap jam dari pesawat setelah alat komunikasinya mati. Setelah itu, ada indikasi pesawat MH370 terus terbang selama berjam-jam. Dari jeda waktu sinyal mencapai satelit dan sudut elevasi, Inmarsat mampu merespon dengan membentangkan tangkapan sinyal di dua busur, utara dan selatan. Sinyal Inmarsat di busur selatan inilah yang diklaim mendeteksi keberadaan pesawat MH370.
Ilmuwan Inmarsat, mengatakan, pelacakan “ping” pesawat itu menggunakan teknik efek Doppler. ”Kami kemudian mengambil data yang kami punya dari pesawat dan diplot untuk melawan (menangkap) sinyal di koridor selatan,” kata Jonathan Sinnatt, kepala komunikasi perusahaan Inmarsat, seperti dikutip Reuters, Selasa (25/3/2014).
Perusahaan satelit itu kemudian membandingkan lokasi sinyal dengan jalur penerbangan dari pesawat jenis Boeing 777 tersebut. Menurut Sinnatt, perbandingan itu cocok. Yakni, pesawat diketahui berada di Samudera Hindia. Dari data itulah, pesawat MH370 disimpulkan jatuh di Samudera Hindia selatan.
(mas)