Sebut MH370 jatuh di laut, China tuntut bukti dari Malaysia
Selasa, 25 Maret 2014 - 11:13 WIB
Sebut MH370 jatuh di laut, China tuntut bukti dari Malaysia
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah China kaget dengan keputusan Pemerintah Malaysia yang menyebut pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 jatuh di Samudera Hindia selatan tanpa ada yang selamat. China kini menuntut bukti nyata dari analisis tersebut.
Dalam pertemuan semalam, Wakil Menteri Luar Negeri China, Xie Hangsheng, meminta Duta Besar Malaysia untuk China, Iskandar Bin Sarudin, memberikan bukti rinci yang mengarah pada kesimpulan yang menyebut pesawat pembawa 239 orang itu jatuh. Demikian pernyataan Departemen Luar Negeri China.
”Kami menuntut pihak Malaysia untuk menyatakan bukti rinci, serta berikan semua informasi yang relevan dan bukti tentang analisis data satelit,” kata Xie, seperti dikutip dari situs departemen itu, Selasa (25/3/2014).
Data satelit yang dimaksud adalah data satelit Inmarsat Inggris yang dijadikan dasar Perdana Menteri Malaysia untuk menyampaikan informasi yang menyedihkan bagi keluarga penumpang MH370.
”Pencarian dan penyelamatan kerja tidak bisa berhenti sekarang, kami menuntut pihak Malaysia untuk terus menyelesaikan semua pekerjaan termasuk pencarian dan penyelamatan,” ujar Xie.
Pesawat MAS MH370 hilang pada 8 Maret 2014 dengan membawa 239 orang di dalamnya, ketika dalam penerbangan dari Kuala Lumpur menuju Bejing. Otoritas maritim China sendiri telah mengerahkan banyak kapal ke Samudera Hindia, lokasi ditemukannya sejumlah puing yang diduga terkait pesawat MH370.
Dalam pertemuan semalam, Wakil Menteri Luar Negeri China, Xie Hangsheng, meminta Duta Besar Malaysia untuk China, Iskandar Bin Sarudin, memberikan bukti rinci yang mengarah pada kesimpulan yang menyebut pesawat pembawa 239 orang itu jatuh. Demikian pernyataan Departemen Luar Negeri China.
”Kami menuntut pihak Malaysia untuk menyatakan bukti rinci, serta berikan semua informasi yang relevan dan bukti tentang analisis data satelit,” kata Xie, seperti dikutip dari situs departemen itu, Selasa (25/3/2014).
Data satelit yang dimaksud adalah data satelit Inmarsat Inggris yang dijadikan dasar Perdana Menteri Malaysia untuk menyampaikan informasi yang menyedihkan bagi keluarga penumpang MH370.
”Pencarian dan penyelamatan kerja tidak bisa berhenti sekarang, kami menuntut pihak Malaysia untuk terus menyelesaikan semua pekerjaan termasuk pencarian dan penyelamatan,” ujar Xie.
Pesawat MAS MH370 hilang pada 8 Maret 2014 dengan membawa 239 orang di dalamnya, ketika dalam penerbangan dari Kuala Lumpur menuju Bejing. Otoritas maritim China sendiri telah mengerahkan banyak kapal ke Samudera Hindia, lokasi ditemukannya sejumlah puing yang diduga terkait pesawat MH370.
(mas)