Kerabat penumpang MH370: Pemerintah Malaysia algojo
Selasa, 25 Maret 2014 - 09:32 WIB
Kerabat penumpang MH370: Pemerintah Malaysia algojo
A
A
A
Sindonews.com- Keluarga penumpang pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 tidak tahan mendengar pengumuman dari Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak yang menyebut pesawat jatuh di Samudera Hindia selatan. Mereka menganggap pengumuman itu telat.
Tidak hanya itu, para keluarga penumpang juga menghujat Pemerintah Malaysia dengan menuduhnya sebagai algojo. ”Pemerintah Malaysia menjadi algojo nyata yang membunuh,” bunyi pernyataan yang dibuat atas nama keluarga dari 154 warga China.
Pihak Malaysia Airlines dan militer Malaysia, juga tidak luput dihujat. ”Keterlambatan dalam bertindak seperti pihak berwenang (yang) tak tahu malu,” lanjut pernyataan keluarga penumpang, yang menyindir Pemerintah Malaysia karena dianggap terus menunda menyampaikan informasi dan menipu keluarga penumpang, sebagaimana dilansir metro.co.uk, semalam (24/3/2014).
Menurut mereka, tidak cepat tanggapnya Pemerintah Malaysia telah menyakiti perasaan keluarga dari 154 penumpang pesawat MAS MH370. Selain itu, mereka juga menyesalkan tindakan penundaan dan sikap membuang-buang waktu, ketika ada data radar yang mengetahui jejak terakhir pesawat tersebut untuk dilakukan upaya penyelamatan.
”Jika 154 penumpang memang kehilangan nyawa mereka, Malaysia Airlines, Pemerintah Malaysia dan militer (Malaysia) adalah algojo nyata yang membunuh mereka,” imbuh pernyataan itu. ”Kami keluarga mereka di pesawat mengirimkan protes terkuat kami untuk melawan mereka.”
Tidak hanya itu, para keluarga penumpang juga menghujat Pemerintah Malaysia dengan menuduhnya sebagai algojo. ”Pemerintah Malaysia menjadi algojo nyata yang membunuh,” bunyi pernyataan yang dibuat atas nama keluarga dari 154 warga China.
Pihak Malaysia Airlines dan militer Malaysia, juga tidak luput dihujat. ”Keterlambatan dalam bertindak seperti pihak berwenang (yang) tak tahu malu,” lanjut pernyataan keluarga penumpang, yang menyindir Pemerintah Malaysia karena dianggap terus menunda menyampaikan informasi dan menipu keluarga penumpang, sebagaimana dilansir metro.co.uk, semalam (24/3/2014).
Menurut mereka, tidak cepat tanggapnya Pemerintah Malaysia telah menyakiti perasaan keluarga dari 154 penumpang pesawat MAS MH370. Selain itu, mereka juga menyesalkan tindakan penundaan dan sikap membuang-buang waktu, ketika ada data radar yang mengetahui jejak terakhir pesawat tersebut untuk dilakukan upaya penyelamatan.
”Jika 154 penumpang memang kehilangan nyawa mereka, Malaysia Airlines, Pemerintah Malaysia dan militer (Malaysia) adalah algojo nyata yang membunuh mereka,” imbuh pernyataan itu. ”Kami keluarga mereka di pesawat mengirimkan protes terkuat kami untuk melawan mereka.”
(mas)