Teka-teki MH370 terbang 12.000 kaki & menikung tajam
Senin, 24 Maret 2014 - 16:10 WIB
Teka-teki MH370 terbang 12.000 kaki & menikung tajam
A
A
A
Sindonews.com – Media Amerika Serikat, CNN pada Senin (24/3/2014), melansir laporan yang menyebut pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 terbang serendah 12.000 kaki dan menikung tajam sebelum menghilang.
Sumber laporan itu diklaim dari data pelacakan radar militer. Pesawat itu, menurut data radar, menikung tajam di atas Laut China Selatan menuju ke Selat Malaka. Namun, laporan itu memicu teka-teki. Mengapa pesawat diterbangkan rendah, dan apa sebenarnya yang terjadi dengan pesawat itu?
Pihak berwenang Malaysia, menegaskan, pesawat tersebut tidak mengirim sinyal darurat. Namun, mereka tidak bisa memastikan, apakah pilot pesawat berupaya mengirim sinyal darurat ketika pesawat itu menikung tajam atau tidak. Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, juga pernah menyatakan, pesawat sengaja dialihkan seseorang yang ada di dalamnya.
Analis penerbangan terkemuka, Miles O’Brien, yang diwawancarai CNN, mengatakan, ada asumsi bahwa kejadian buruk mungkin saja terjadi, setelah pesawat menghilang dalam co-pilot mengucapkan ;”all right, good night”.
Asumsi lain, lanjut dia, pilot bisa saja memilih menerbangkan pesawat secara rendah untuk menyelamatkan penumpang, jika pesawat dalam kondisi darurat. ”Anda ingin turun ke-10.000 kaki, karena pada saat itulah Anda tidak perlu khawatir tentang tekanan (yang dialami pesawat). Anda memiliki udara yang cukup di atmosfer secara alami untuk menyelamatkan semua orang,” kata O’Brien mengacu pada asumsi pilot MH370.
Mary Schiavo, seorang analis penerbangan dan mantan inspektur jenderal untuk Departemen Transportasi Amerika Serikat, mengatakan, banyak asumsi yang bisa terjadi. ”Sekarang, jika kita memiliki sebuah skenario di mana sesuatu akan terjadi, (seperti) pesawat itu berbelok dramatis dan ketinggian turun dari 35.000 kaki ke 12.000 kaki, skenario ini akan cocok dengan asumsi bahwa pilot bertindak karena ada masalah dengan pesawat, seperti kebakaran atau ledakan,” ujarnya.
Jika asumsi itu akurat, menurut mantan pilot American Airlines itu, teori pilot MH370 bertindak untuk menyelamatkan para penumpang pesawat benar.
Sumber laporan itu diklaim dari data pelacakan radar militer. Pesawat itu, menurut data radar, menikung tajam di atas Laut China Selatan menuju ke Selat Malaka. Namun, laporan itu memicu teka-teki. Mengapa pesawat diterbangkan rendah, dan apa sebenarnya yang terjadi dengan pesawat itu?
Pihak berwenang Malaysia, menegaskan, pesawat tersebut tidak mengirim sinyal darurat. Namun, mereka tidak bisa memastikan, apakah pilot pesawat berupaya mengirim sinyal darurat ketika pesawat itu menikung tajam atau tidak. Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, juga pernah menyatakan, pesawat sengaja dialihkan seseorang yang ada di dalamnya.
Analis penerbangan terkemuka, Miles O’Brien, yang diwawancarai CNN, mengatakan, ada asumsi bahwa kejadian buruk mungkin saja terjadi, setelah pesawat menghilang dalam co-pilot mengucapkan ;”all right, good night”.
Asumsi lain, lanjut dia, pilot bisa saja memilih menerbangkan pesawat secara rendah untuk menyelamatkan penumpang, jika pesawat dalam kondisi darurat. ”Anda ingin turun ke-10.000 kaki, karena pada saat itulah Anda tidak perlu khawatir tentang tekanan (yang dialami pesawat). Anda memiliki udara yang cukup di atmosfer secara alami untuk menyelamatkan semua orang,” kata O’Brien mengacu pada asumsi pilot MH370.
Mary Schiavo, seorang analis penerbangan dan mantan inspektur jenderal untuk Departemen Transportasi Amerika Serikat, mengatakan, banyak asumsi yang bisa terjadi. ”Sekarang, jika kita memiliki sebuah skenario di mana sesuatu akan terjadi, (seperti) pesawat itu berbelok dramatis dan ketinggian turun dari 35.000 kaki ke 12.000 kaki, skenario ini akan cocok dengan asumsi bahwa pilot bertindak karena ada masalah dengan pesawat, seperti kebakaran atau ledakan,” ujarnya.
Jika asumsi itu akurat, menurut mantan pilot American Airlines itu, teori pilot MH370 bertindak untuk menyelamatkan para penumpang pesawat benar.
(mas)