Ada harapan MH370 ketemu di Samudera Hindia, ini alasannya
Senin, 24 Maret 2014 - 15:36 WIB
Ada harapan MH370 ketemu di Samudera Hindia, ini alasannya
A
A
A
Sindonews.com – Pakar kelautan Australia, menyatakan, masih ada harapan untuk menemukan pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 di Samudera Hindia, jika benar pesawat pembawa 239 orang itu jatuh laut tersebut.
Ilmuwan kelautan Australia,Robin Beaman mengatakan, harapan itu masih ada. Sebab, sangat langka ada puing besar di Samudera Hindia bisa tertangkap satelit. Menurutnya, mustahil jika puing itu barang yang jatuh dari kapal, atau pun pepohonan dan bisa tertangkap citra satelit.
”Skala ini penting dan sampai kita melihatnya dari dekat, kita tidak dapat menebak itu,” kata Beaman dari Universitas James Cook, di Queensland, Senin (24/3/2014). ”Bahkan kargo kontainer yang terbesar pun tidak selamanya bisa tertangkap citra satelit,” lanjut dia seperti dikutip Sydney Morning Herlad.
Temuan terbaru hari ini, kru pesawat China telah melihat puing mencurigakan di Samudera Hindia, berbentuk persegi dan berwarna putih.
“Benda warna putih dan persegi terlihat oleh kru pesawat Ilyushin-76 China,” tulis kantor berita China, Xinhua. ”Para kru telah melaporkan, (lokasi puing) pada koordinat 95,1113 derajat timur kepada pusat komando Australia, dan petugas kapal pemecah es Xuelong, China yang menjelajahi wilayah laut tersebut.”
Puing temuan baru itu tampak pada wilayah yang berjarak 2174 km dari Perth, Australia. Media Pemerintah China itu tidak menjelaskan rincian lebih lanjut. Sedangkan pesawat militer China, pagi ini meluncur dari Perth untuk kembali mencari puing-puing mencurigakan yang telah ditangkap satelit China pada Sabtu pekan lalu.
Ilmuwan kelautan Australia,Robin Beaman mengatakan, harapan itu masih ada. Sebab, sangat langka ada puing besar di Samudera Hindia bisa tertangkap satelit. Menurutnya, mustahil jika puing itu barang yang jatuh dari kapal, atau pun pepohonan dan bisa tertangkap citra satelit.
”Skala ini penting dan sampai kita melihatnya dari dekat, kita tidak dapat menebak itu,” kata Beaman dari Universitas James Cook, di Queensland, Senin (24/3/2014). ”Bahkan kargo kontainer yang terbesar pun tidak selamanya bisa tertangkap citra satelit,” lanjut dia seperti dikutip Sydney Morning Herlad.
Temuan terbaru hari ini, kru pesawat China telah melihat puing mencurigakan di Samudera Hindia, berbentuk persegi dan berwarna putih.
“Benda warna putih dan persegi terlihat oleh kru pesawat Ilyushin-76 China,” tulis kantor berita China, Xinhua. ”Para kru telah melaporkan, (lokasi puing) pada koordinat 95,1113 derajat timur kepada pusat komando Australia, dan petugas kapal pemecah es Xuelong, China yang menjelajahi wilayah laut tersebut.”
Puing temuan baru itu tampak pada wilayah yang berjarak 2174 km dari Perth, Australia. Media Pemerintah China itu tidak menjelaskan rincian lebih lanjut. Sedangkan pesawat militer China, pagi ini meluncur dari Perth untuk kembali mencari puing-puing mencurigakan yang telah ditangkap satelit China pada Sabtu pekan lalu.
(mas)