Pertama dalam sejarah, kedutaan Israel di seluruh dunia ditutup
Senin, 24 Maret 2014 - 14:11 WIB
Pertama dalam sejarah, kedutaan Israel di seluruh dunia ditutup
A
A
A
Sindonews.com – Kedutaan Israel di seluruh dunia ditutup, setelah karyawan Kementerian Luar Negeri Israel mogok kerja sejak kemarin. Lumpuhnya layanan keduataan Israel di seluruh dunia itu, baru terjadi pertama kali dalam sejarah.
Para karyawan Kementerian Luar Negeri Israel mengeluhkan gaji dan kesejahteraan mereka. Masalah itu sudah berlangsung hampir dua tahun terakhir. Setelah tujuh bulan bernegosiasi—terakhirpada 4 Maret 2014--, para karyawan tersebut menolak proposal yang ditawarkan Departemen Keuangan Israel.
Duta Besar Israel di seluruh dunia, tidak akan bekerja. Mereka tidak akan membuka layanan konsuler selama aksi mogok kerja para karyawan berlangsung.
Dampak dari aksi mogok kerja tersebut mempengaruhi para pekerja asing di kantor kedutaan Israel, serta warga dan para pejabat yang ingin melakukan perjalanan ke Israel.
”Hari ini, untuk pertama kalinya dalam sejarah Israel, kementerian luar negeri menutup (kedutaan) dan tidak ada pekerjaan yang akan dilakukan dalam bidang apapun di bawah otoritas kementerian,” bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Israel, seperti dikutip Reuters, Senin (24/3/2014).
“Mogok kerja para diplomat terjadi, karena keputusan kejam oleh Departemen Keuangan yang memotong gaji para pekerja,” imbuh pernyataan itu.
Sejumlah kunjungan pejabat Israel juga telah dibatalkan. Termasuk rencana Perdana Menteri Benjamin Netanyahu melakukan perjalanan ke Meksiko, Panama, dan Kolombia pada bulan depan. Begitu juga rencana kunjungan Paus Francis ke Israel pada bulan Mei 2014 juga akan ditunda.
Para karyawan Kementerian Luar Negeri Israel mengeluhkan gaji dan kesejahteraan mereka. Masalah itu sudah berlangsung hampir dua tahun terakhir. Setelah tujuh bulan bernegosiasi—terakhirpada 4 Maret 2014--, para karyawan tersebut menolak proposal yang ditawarkan Departemen Keuangan Israel.
Duta Besar Israel di seluruh dunia, tidak akan bekerja. Mereka tidak akan membuka layanan konsuler selama aksi mogok kerja para karyawan berlangsung.
Dampak dari aksi mogok kerja tersebut mempengaruhi para pekerja asing di kantor kedutaan Israel, serta warga dan para pejabat yang ingin melakukan perjalanan ke Israel.
”Hari ini, untuk pertama kalinya dalam sejarah Israel, kementerian luar negeri menutup (kedutaan) dan tidak ada pekerjaan yang akan dilakukan dalam bidang apapun di bawah otoritas kementerian,” bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Israel, seperti dikutip Reuters, Senin (24/3/2014).
“Mogok kerja para diplomat terjadi, karena keputusan kejam oleh Departemen Keuangan yang memotong gaji para pekerja,” imbuh pernyataan itu.
Sejumlah kunjungan pejabat Israel juga telah dibatalkan. Termasuk rencana Perdana Menteri Benjamin Netanyahu melakukan perjalanan ke Meksiko, Panama, dan Kolombia pada bulan depan. Begitu juga rencana kunjungan Paus Francis ke Israel pada bulan Mei 2014 juga akan ditunda.
(mas)