Petinggi Kiev: Putin ingin caplok semua wilayah Ukraina
Senin, 24 Maret 2014 - 11:54 WIB
Petinggi Kiev: Putin ingin caplok semua wilayah Ukraina
A
A
A
Sindonews.com – Para petinggi Ukraina semakin cemas dengan pergerakan pasukan Rusia di Crimea. Kepala Pertahanan Ukraina bahkan menuduh, Rusia tidak hanya mencaplok Crimea dari Ukraina, tapi juga ingin mencaplok seluruh wilayah Ukraina.
Kecemasan mereka muncul sehari setelah pasukan Kremlin merebut pangkalan udara terakhir Ukraina di Crimea. Rusia telah mengerahkan kendaraan lapis baja yang dilengkapi para personel dengan senjata granat kejut di wilayah Crimea, setelah wilayah itu bergabung dengan Rusia.
”Tujuan dari Putin tidak hanya Crimea tetapi semua Ukraina. Tentaranya, berkumpul di perbatasan, dan sudah siap untuk menyerang setiap saat,” kata Kepala Keamanan Nasional yang juga Kepala Dewan Pertahanan Ukraina, Andriy Parubiy, seperti dilansir AFP, Senin (24/3/2014).
Sementara itu, komandan tertinggi NATO, Jenderal Philip Breedlove, memperingatkan bahwa pasukan Rusia di perbatasan itu sangat besar.”Dan sangat, sangat siap, serta bisa mengancam,” katanya.
Krisis Ukraina yang yang paling eksplosif di Eropa dalam beberapa dekade terakhir, juga mendominasi pertemuan puncak keamanan nuklir di Den Haag, Senin (24/3/2014).
Menteri Luar Negeri Ukraina, Andriy Deshchytsya, menegaskan kembali kekhawatiran Ukraina atas aksi Rusia. ”Kami tidak tahu apa yang ada dalam pikiran Putin. Itulah mengapa situasi ini menjadi lebih eksplosif daripada seminggu yang lalu,” kata Deshchytsya kepada ABC.
Kecemasan mereka muncul sehari setelah pasukan Kremlin merebut pangkalan udara terakhir Ukraina di Crimea. Rusia telah mengerahkan kendaraan lapis baja yang dilengkapi para personel dengan senjata granat kejut di wilayah Crimea, setelah wilayah itu bergabung dengan Rusia.
”Tujuan dari Putin tidak hanya Crimea tetapi semua Ukraina. Tentaranya, berkumpul di perbatasan, dan sudah siap untuk menyerang setiap saat,” kata Kepala Keamanan Nasional yang juga Kepala Dewan Pertahanan Ukraina, Andriy Parubiy, seperti dilansir AFP, Senin (24/3/2014).
Sementara itu, komandan tertinggi NATO, Jenderal Philip Breedlove, memperingatkan bahwa pasukan Rusia di perbatasan itu sangat besar.”Dan sangat, sangat siap, serta bisa mengancam,” katanya.
Krisis Ukraina yang yang paling eksplosif di Eropa dalam beberapa dekade terakhir, juga mendominasi pertemuan puncak keamanan nuklir di Den Haag, Senin (24/3/2014).
Menteri Luar Negeri Ukraina, Andriy Deshchytsya, menegaskan kembali kekhawatiran Ukraina atas aksi Rusia. ”Kami tidak tahu apa yang ada dalam pikiran Putin. Itulah mengapa situasi ini menjadi lebih eksplosif daripada seminggu yang lalu,” kata Deshchytsya kepada ABC.
(mas)