AS kerahkan pelacak kotak hitam MH370 ke Samudera Hindia
Senin, 24 Maret 2014 - 11:29 WIB
AS kerahkan pelacak kotak hitam MH370 ke Samudera Hindia
A
A
A
Sindonews.com - Angkatan Laut Amerika Serikat, mengatakan, mereka telah mengirimkan alat pelacak kotak hitam pesawat Malaysia Airlines MH370 ke wilayah Samudera Hindia selatan. Lokasi yang dipilih merupakan, area ditemukannya puing-puing oleh satelit Australia, China dan Perancis.
Langkah AS itu diklaim sebagai tindakan cepat untuk menyelamatkan kotak hitam, jika lokasi itu diyakini sebagai area jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH370. Pesawat yang membawa 239 orang itu hilang misterius sejak 8 Maret 2004 hingga sekarang.
”Jika temuan puing bisa dikonfirmasi, Angkatan Laut akan menyebar 25 pelacak pinger untuk menemukan kotak hitam pesawat Malaysia yang hilang itu,” kata juru bicara Armada Ketujuh Angkatan Laut AS, William Marks, dalam sebuah pernyataan yang dikirim melalui email, Senin (24/3/2014).
Alat pelacak kotak hitam atau black box pesawat dari AS itu mampu bekerja pada kedalaman laut maksimal 6.000 meter. ”Harap dicatat bahwa gerakan pelacak pinger ke wilayah tersebut bukan merupakan indikasi bahwa kita telah mengkonfirmasi temuan puing-puing (oleh satelit Australia, China dan Perancis),” katanya.
”Ini adalah tindakan pencegahan (penyelamatan kotak hitam), sehingga jika kita menemukan puing-puing, kami akan siap untuk menyebarkan peralatan untuk mencari kotak hitam,” lanjut Marks.
Hari ini, sebuah pesawat militer China berangkat dari Kota Perth, Australia, untuk mencari puing-puing yang sudah tertangkap satelit. Demikian laporan kantor berita Xinhua.
Penampakan palet kayu dan sampah lainnya yang mengambang di laut, bisa saja terkait pesawat MH370. Kendati demikian, hingga kini belum ada konfirmasi kebenaran semua puing-puing yang tertangkap satelit terbukti terkait dengan pesawat Malaysia Airlines yang hilang tersebut.
Langkah AS itu diklaim sebagai tindakan cepat untuk menyelamatkan kotak hitam, jika lokasi itu diyakini sebagai area jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH370. Pesawat yang membawa 239 orang itu hilang misterius sejak 8 Maret 2004 hingga sekarang.
”Jika temuan puing bisa dikonfirmasi, Angkatan Laut akan menyebar 25 pelacak pinger untuk menemukan kotak hitam pesawat Malaysia yang hilang itu,” kata juru bicara Armada Ketujuh Angkatan Laut AS, William Marks, dalam sebuah pernyataan yang dikirim melalui email, Senin (24/3/2014).
Alat pelacak kotak hitam atau black box pesawat dari AS itu mampu bekerja pada kedalaman laut maksimal 6.000 meter. ”Harap dicatat bahwa gerakan pelacak pinger ke wilayah tersebut bukan merupakan indikasi bahwa kita telah mengkonfirmasi temuan puing-puing (oleh satelit Australia, China dan Perancis),” katanya.
”Ini adalah tindakan pencegahan (penyelamatan kotak hitam), sehingga jika kita menemukan puing-puing, kami akan siap untuk menyebarkan peralatan untuk mencari kotak hitam,” lanjut Marks.
Hari ini, sebuah pesawat militer China berangkat dari Kota Perth, Australia, untuk mencari puing-puing yang sudah tertangkap satelit. Demikian laporan kantor berita Xinhua.
Penampakan palet kayu dan sampah lainnya yang mengambang di laut, bisa saja terkait pesawat MH370. Kendati demikian, hingga kini belum ada konfirmasi kebenaran semua puing-puing yang tertangkap satelit terbukti terkait dengan pesawat Malaysia Airlines yang hilang tersebut.
(mas)