MH370 diduga meledak di udara, data radar diragukan
Sabtu, 22 Maret 2014 - 09:21 WIB
MH370 diduga meledak di udara, data radar diragukan
A
A
A
Sindonews.com – Para peneliti, bahkan pilot menduga pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 meledak di udara setelah hilang kontak dengan petugas lalu lintas udara. Tidak adanya jejak pesawat pembawa 239 orang itu, memunculkan keraguan soal akurasi data radar yang memantau jejak terakhir pesawat.
Sudah 26 negara mengerahkan kemampuan untuk mencari pesawat jenis Boeing 777 seberat 250 ton. Namun, hasilnya hingga kini (22/3/2014) masih nihil. Seorang pakar satelit pun meragukan akurasi data radar.
”Ini tidak terlalu akurat. (Negara-negara di) dunia bergerak sedikit lebih jauh secara bersama-sama,” kata Don Thoma, Presiden Aireon, sebuah perusahaan yang meluncurkan satelit komunikasi satelit mobile Iridium yang juga petugas otoritas lalu lintas udara Kanada tahun 2012.
”Kami (bisa) melacak mobil kami, kami bisa melacak ponsel anak-anak kita, tetapi kita tidak bisa melacak pesawat ketika sudah berada di atas lautan atau daerah tak terlacak lainnya,” katanya kepada Reuters.
Seorang ahli mengklaim data satelit lebih akurat ketimbang data radar. ”Cara untuk mencari jejak (pesawat) adalah dengan satelit navigasi dan komunikasi. Dalam navigasi, kita perlu untuk menjauh dari radar,” kata ahli radar dan konsultan penerbangan Hans Weber.
Sudah 26 negara mengerahkan kemampuan untuk mencari pesawat jenis Boeing 777 seberat 250 ton. Namun, hasilnya hingga kini (22/3/2014) masih nihil. Seorang pakar satelit pun meragukan akurasi data radar.
”Ini tidak terlalu akurat. (Negara-negara di) dunia bergerak sedikit lebih jauh secara bersama-sama,” kata Don Thoma, Presiden Aireon, sebuah perusahaan yang meluncurkan satelit komunikasi satelit mobile Iridium yang juga petugas otoritas lalu lintas udara Kanada tahun 2012.
”Kami (bisa) melacak mobil kami, kami bisa melacak ponsel anak-anak kita, tetapi kita tidak bisa melacak pesawat ketika sudah berada di atas lautan atau daerah tak terlacak lainnya,” katanya kepada Reuters.
Seorang ahli mengklaim data satelit lebih akurat ketimbang data radar. ”Cara untuk mencari jejak (pesawat) adalah dengan satelit navigasi dan komunikasi. Dalam navigasi, kita perlu untuk menjauh dari radar,” kata ahli radar dan konsultan penerbangan Hans Weber.
(mas)