MAS serahkan manifest kargo MH370
Jum'at, 21 Maret 2014 - 21:18 WIB
MAS serahkan manifest kargo MH370
A
A
A
Sindonews.com – CEO MAS Ahmad Jauhari Yahya mengatakan, catatan panggilan telepon telah disampaikan kepada tim investigasi, bersama dengan informasi tentang manifes kargo.
Menjelaskan lebih lanjut tentang manifest kargo, Ahmad Jauhari mengatakan. pesawat itu membawa baterai kecil, tetapi mereka telah disetujui dan sudah sesuai standar keselamatan yang ditetapkan oleh Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO).
"Mereka bukan barang berbahaya dan telah dikemas seperti yang direkomendasikan oleh ICAO. Kami memeriksa mereka beberapa kali untuk memastikan kemasan yang tepat dan dilakukan sesuai pedoman ICAO," ungkap Jauhari.
“Memang hal itu tidak biasa bagi maskapai penerbangan komersil untuk membawa barang-barang tersebut dalam kargo,” Jauhari menekankan, seperti dilansir News Strait Times, Jumat (21/3/2014).
Sebelumnya pernah muncul sebuah teori yang menyebutkan bahwa kejadian hilangnya pesawat MAS MH370 disebabkan oleh kebakaran yang bermula dari ruang kargo. Kebakaran tersebut mungkin disebabkan oleh benda yang dibungkus di bawah standar ICOA.
Menjelaskan lebih lanjut tentang manifest kargo, Ahmad Jauhari mengatakan. pesawat itu membawa baterai kecil, tetapi mereka telah disetujui dan sudah sesuai standar keselamatan yang ditetapkan oleh Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO).
"Mereka bukan barang berbahaya dan telah dikemas seperti yang direkomendasikan oleh ICAO. Kami memeriksa mereka beberapa kali untuk memastikan kemasan yang tepat dan dilakukan sesuai pedoman ICAO," ungkap Jauhari.
“Memang hal itu tidak biasa bagi maskapai penerbangan komersil untuk membawa barang-barang tersebut dalam kargo,” Jauhari menekankan, seperti dilansir News Strait Times, Jumat (21/3/2014).
Sebelumnya pernah muncul sebuah teori yang menyebutkan bahwa kejadian hilangnya pesawat MAS MH370 disebabkan oleh kebakaran yang bermula dari ruang kargo. Kebakaran tersebut mungkin disebabkan oleh benda yang dibungkus di bawah standar ICOA.
(esn)