Tahu rute MH370 menyimpang, Malaysia akui kecolongan
Jum'at, 21 Maret 2014 - 17:06 WIB
Tahu rute MH370 menyimpang, Malaysia akui kecolongan
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Malaysia mengakui lalai karena tidak bertindak setelah radar mendeteksi pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 menyimpang dari rutenya saat terbang dan akhirnya hilang misterius.
Pengakuan itu muncul setelah keluarga penumpang asal Indonesia mencecar para pejabat Malaysia dalam sebuah pertemuan. Para pejabat Malaysia berupaya meyakinkan keluarga penumpang MH370, bahwa mereka tidak menyembunyikan informasi apa pun soal insiden hilangnya pesawat yang membawa 239 orang itu.
Para pejabat itu antara lain, komandan operasi Angkatan Udara Malaysia Letnan Jenderal Datuk Seri Abdul Samad Ackbal, Direktur Layanan Lalu Lintas Udara Departemen Penerbangan Sipil Ahmad Nizar Zolfakar, perwakilan dari Kantor Perdana Menteri dan dari Kementerian Luar Negeri Malaysia, serta pihak dari MAS.
Ackbal mengungkap alasan militer Malaysia tidak bertindak, meski radar mengetahui pesawat MH370 menyimpang dari rutenya .”Karena pesawat komersial diidentifikasi sebagai teman dan bukan musuh,” katanya.
Keluarga penumpang pun mencecar para pejabat itu.”Apakah ini berarti bahwa tindakan tidak akan berubah, bahkan jika pesawat mengubah rutenya ? Apakah Anda tidak takut (seperti serangan) 9/11?,” tanya keluarga penumpang.
Dari pertanyaan itulah, Ackbal mengakui militer Malaysia kecolongan.”Pernyataan Anda valid, dan saya mengakui bahwa jelas ini ada pelajaran yang bisa diambil dari sini,” ucap Ackbal, seperti dilansir The Star, Jumat (21/3/2014).
Ackbal melanjutkan, sejak pesawat MH370 dinyatakan hilang, Malaysia langsung melakukan operasi pencarian dengan data satelit beberapa hari kemudian. ”Pencarian dengan satelit negara, yang saya tidak bisa mengungkapkannya , dimulai pada hari kedua atau ketiga .
”Kami juga mulai mencari kedua sisi (semenanjung) timur dan barat pada hari pertama,” lanjut dia. Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Najib Tun Razak telah menyatakan, pesawat sengaja dialihkan seseorang dari rutes sebenarnya, yakni Kuala Lumpur menuju Beijing.
Pengakuan itu muncul setelah keluarga penumpang asal Indonesia mencecar para pejabat Malaysia dalam sebuah pertemuan. Para pejabat Malaysia berupaya meyakinkan keluarga penumpang MH370, bahwa mereka tidak menyembunyikan informasi apa pun soal insiden hilangnya pesawat yang membawa 239 orang itu.
Para pejabat itu antara lain, komandan operasi Angkatan Udara Malaysia Letnan Jenderal Datuk Seri Abdul Samad Ackbal, Direktur Layanan Lalu Lintas Udara Departemen Penerbangan Sipil Ahmad Nizar Zolfakar, perwakilan dari Kantor Perdana Menteri dan dari Kementerian Luar Negeri Malaysia, serta pihak dari MAS.
Ackbal mengungkap alasan militer Malaysia tidak bertindak, meski radar mengetahui pesawat MH370 menyimpang dari rutenya .”Karena pesawat komersial diidentifikasi sebagai teman dan bukan musuh,” katanya.
Keluarga penumpang pun mencecar para pejabat itu.”Apakah ini berarti bahwa tindakan tidak akan berubah, bahkan jika pesawat mengubah rutenya ? Apakah Anda tidak takut (seperti serangan) 9/11?,” tanya keluarga penumpang.
Dari pertanyaan itulah, Ackbal mengakui militer Malaysia kecolongan.”Pernyataan Anda valid, dan saya mengakui bahwa jelas ini ada pelajaran yang bisa diambil dari sini,” ucap Ackbal, seperti dilansir The Star, Jumat (21/3/2014).
Ackbal melanjutkan, sejak pesawat MH370 dinyatakan hilang, Malaysia langsung melakukan operasi pencarian dengan data satelit beberapa hari kemudian. ”Pencarian dengan satelit negara, yang saya tidak bisa mengungkapkannya , dimulai pada hari kedua atau ketiga .
”Kami juga mulai mencari kedua sisi (semenanjung) timur dan barat pada hari pertama,” lanjut dia. Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Najib Tun Razak telah menyatakan, pesawat sengaja dialihkan seseorang dari rutes sebenarnya, yakni Kuala Lumpur menuju Beijing.
(mas)