Ini satelit WorldView-2, penemu 2 puing yang diduga MH370
Jum'at, 21 Maret 2014 - 10:27 WIB
Ini satelit WorldView-2, penemu 2 puing yang diduga MH370
A
A
A
Sindonews.com – Temuan dua puing mencurigakan di Samudera Hindia oleh Otoritas Keselamatan Maritim Australia (AMSA) tidak lepas dari satelit bernama WorldView-2. Berikut sekilas data tentang satelit tersebut.
Satelit WorldView-2 adalah sebuah satelit milik perusahaan satelit Amerika Serikat bernama DigitalGlobe. Satelit itulah yang digunakan Pemerintah Australia untuk memantau ketat sejumlah objek mencurigakan di Samudera Hindia, sampai akhirnya mereka menemukan dua puing di wilayah yang berjarak 2500km dari barat daya Perth, yang diduga terkait pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370.
Satelit WorldView-2 diluncurkan pada 8 Oktober 2009. Satelit ini memberikan citra pada resolusi sekitar 50cm dan mengambil gambar baru dari setiap tempat di bumi setiap 1,1 hari ( 1 hari, 2 jam, 24 menit).
Menurut laporan yang dikonfirmasi pihak DigitalGlobe pada Jumat (21/3/2014), mereka memberikan wewenang terhadap AMSA. Satelit itu sejatinya sudah menangkap objek mencurigakan pada 16 Maret 2014.
”Kami telah diberitahu oleh seorang pejabat Pemerintah Australia bahwa itu (temuan) citra satelit kita. Perdana Menteri Tony Abbott juga berkomentar baru ini,” kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Straits Times.
Meskipun dua puing itu diduga terkait pesawat MH370 yang membawa 239 orang, namun kepastiannya belum bisa dikonfirmasi karena kedua puing juga belum bisa diambil pihak AMSA.
Satelit WorldView-2 adalah sebuah satelit milik perusahaan satelit Amerika Serikat bernama DigitalGlobe. Satelit itulah yang digunakan Pemerintah Australia untuk memantau ketat sejumlah objek mencurigakan di Samudera Hindia, sampai akhirnya mereka menemukan dua puing di wilayah yang berjarak 2500km dari barat daya Perth, yang diduga terkait pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370.
Satelit WorldView-2 diluncurkan pada 8 Oktober 2009. Satelit ini memberikan citra pada resolusi sekitar 50cm dan mengambil gambar baru dari setiap tempat di bumi setiap 1,1 hari ( 1 hari, 2 jam, 24 menit).
Menurut laporan yang dikonfirmasi pihak DigitalGlobe pada Jumat (21/3/2014), mereka memberikan wewenang terhadap AMSA. Satelit itu sejatinya sudah menangkap objek mencurigakan pada 16 Maret 2014.
”Kami telah diberitahu oleh seorang pejabat Pemerintah Australia bahwa itu (temuan) citra satelit kita. Perdana Menteri Tony Abbott juga berkomentar baru ini,” kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Straits Times.
Meskipun dua puing itu diduga terkait pesawat MH370 yang membawa 239 orang, namun kepastiannya belum bisa dikonfirmasi karena kedua puing juga belum bisa diambil pihak AMSA.
(mas)