Rusia jamin Muslim di Crimea dapat perlakuan sama
Kamis, 20 Maret 2014 - 22:38 WIB
Rusia jamin Muslim di Crimea dapat perlakuan sama
A
A
A
Sindonews.com – Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikail Y. Galuzin, menjelaskan mengenai nasib kaum Muslim Tartar di Crimea saat jumpa wartawan di kediamannya, di Jakarta, Kamis (20/3/2014).
Seperti diketahui, umat Muslim Tartar adalah kaum minoritas di Crimea dan dikabarkan mereka adalah salah satu pihak yang menolak referendum di Crimea. "Mereka (muslim Tartar) akan mendapatkan hak seperti rakyat Rusia lainnya," ungkap Galuzin.
"Rusia adalah negara yang berdampingan dengan semua agama. Kami tidak melihat nasih kaum Muslim Tartar di Crimea memiliki masa depan yang negatif," Galuzin menegaskan.
Muncuk banyak kekhawatiran kaum Muslim minoritas akan mendapatkan perlakuan yang berbeda dengan kaum minoritas. Inilah yang membuat kaum muslim menolak referendum dan mengungsi keluar Crimea.
Pemerintah Rusia sendiri telah menegaskan, kalau Crimea akan menjadi salah satu negara bagian di Rusia. "Saat ini Rusia sudah memiliki 83 negara bagian dan Crimea akan menjadi negara bagian ke 84, bersama satu negara bagian lain. Yang membuat Rusia kini memiliki 85 negara bagian," ungkap Galuzin.
"Pemerintah Crimea sendiri sudah memutuskan, bahwa bahasa Rusia akan menjadi bahasa utama di sana, selain bahasa Crimea dan Ukraina," Galuzin menambahkan.
Seperti diketahui, umat Muslim Tartar adalah kaum minoritas di Crimea dan dikabarkan mereka adalah salah satu pihak yang menolak referendum di Crimea. "Mereka (muslim Tartar) akan mendapatkan hak seperti rakyat Rusia lainnya," ungkap Galuzin.
"Rusia adalah negara yang berdampingan dengan semua agama. Kami tidak melihat nasih kaum Muslim Tartar di Crimea memiliki masa depan yang negatif," Galuzin menegaskan.
Muncuk banyak kekhawatiran kaum Muslim minoritas akan mendapatkan perlakuan yang berbeda dengan kaum minoritas. Inilah yang membuat kaum muslim menolak referendum dan mengungsi keluar Crimea.
Pemerintah Rusia sendiri telah menegaskan, kalau Crimea akan menjadi salah satu negara bagian di Rusia. "Saat ini Rusia sudah memiliki 83 negara bagian dan Crimea akan menjadi negara bagian ke 84, bersama satu negara bagian lain. Yang membuat Rusia kini memiliki 85 negara bagian," ungkap Galuzin.
"Pemerintah Crimea sendiri sudah memutuskan, bahwa bahasa Rusia akan menjadi bahasa utama di sana, selain bahasa Crimea dan Ukraina," Galuzin menambahkan.
(esn)