Keluarga korban MH370 mulai frustasi
Rabu, 19 Maret 2014 - 18:54 WIB
Keluarga korban MH370 mulai frustasi
A
A
A
Sindonews.com– Menteri Transportasi Malaysia, Hishammuddin Hussein, meminta agar seluruh keluarga penumpang pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 untuk tetap tenang dan sabar. Permintaan ini diajukan Hishammudin karena sejumlah anggota keluarga penumpang MAS MH370 mulai frustasi, yang menyebebakan kejadian emosional sesaat sebelum konferensi pers, Rabu (19/3/2014).
Hishammuddin mengaku mengerti apa yang dialami oleh para keluarga korban yang selama ini telah tersiksa akibat menunggu kabar anggota keluarga mereka. Hishammuddin memberikan jaminan kalau pihak berwenang setempat sedang melakukan yang terbaik untuk menemukan pesawat yang hilang sejak 8 Maret itu.
"Saya sepenuhnya mengerti apa yang mereka alami. Emosi semakin menanjak. Hal ini sungguh menyayat hati, bahkan bagi saya. Kami memahami kekhawatiran mereka dan kami mencoba yang terbaik yang bisa kami lakukan,” ungkap Hisammuddin.
“Pemerintah telah mengirimkan tim tingkat tinggi ke Beijing untuk melakukan briefing dan update pada pemerintah setempat dan membicarakan rencana pencarian dan penyelamatan pesawat tersebut,” Hishammuddin menambahkan, seperti dilansir News Strait Times, Rabu (19/3/2014).
Menurutnya, tim ini terdiri dari perwakilan dari Kantor Perdana Menteri, Wisma Putra, Royal Malaysia Air Force, dan Departemen Penerbangan Sipil dan Malaysia Airlines. Tingkat frustasi keluarga korban semakin tinggi, setelah sebelumnya mereka mengancam akan mogok makan bila pemerintah Malaysia belum memberikan kejelasan mengenai pesawat tersebut.
Hishammuddin mengaku mengerti apa yang dialami oleh para keluarga korban yang selama ini telah tersiksa akibat menunggu kabar anggota keluarga mereka. Hishammuddin memberikan jaminan kalau pihak berwenang setempat sedang melakukan yang terbaik untuk menemukan pesawat yang hilang sejak 8 Maret itu.
"Saya sepenuhnya mengerti apa yang mereka alami. Emosi semakin menanjak. Hal ini sungguh menyayat hati, bahkan bagi saya. Kami memahami kekhawatiran mereka dan kami mencoba yang terbaik yang bisa kami lakukan,” ungkap Hisammuddin.
“Pemerintah telah mengirimkan tim tingkat tinggi ke Beijing untuk melakukan briefing dan update pada pemerintah setempat dan membicarakan rencana pencarian dan penyelamatan pesawat tersebut,” Hishammuddin menambahkan, seperti dilansir News Strait Times, Rabu (19/3/2014).
Menurutnya, tim ini terdiri dari perwakilan dari Kantor Perdana Menteri, Wisma Putra, Royal Malaysia Air Force, dan Departemen Penerbangan Sipil dan Malaysia Airlines. Tingkat frustasi keluarga korban semakin tinggi, setelah sebelumnya mereka mengancam akan mogok makan bila pemerintah Malaysia belum memberikan kejelasan mengenai pesawat tersebut.
(esn)