Hilangnya MH370 akan tetap menjadi misteri?
Rabu, 19 Maret 2014 - 18:50 WIB
Hilangnya MH370 akan tetap menjadi misteri?
A
A
A
Sindonews.com– Memasuki hari ke 12, lokasi pasti hilangnya pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 belum juga bisa dipastikan. Terlalu banyak spekulasi bermunculan dan semakin meluasnya area pencarian membuat kemungkinan ditemukannya MH370 kian mengecil.
Investigasi terhadap hilangnya pesawat itu pun seperti menemui jalan buntu. Ibarat memasuki sebuah labirin, pemerintah Malaysia seperti kebingungan untuk menemukan pesawat tersebut. Bahkan, pemerintah Australia sempat mengatakan, mencari MAS MH370 seperti menemukan jarum di antara tumpukan jerami.
Semakin runyam setelah pemerintah Malaysia dianggap sering menutupi informasi penting terkait pencarian tersebut. Pihak yang paling mengkritik sikap Malaysia adalah China. "Kecuali transparansi dipastikan, operasi pencarian internasional yang besar tidak pernah bisa bermanfaat seperti yang kami harapkan,” ungkap Perdana Menteri China, Li Keqiang.
"Ini adalah misteri dan mungkin tetap menjadi misteri," ungkap Elizabeth Quintall, Kepala Peneliti kekuatan udara di Royal United Services Institute di London, seperti dilansir News Strait Times, Rabu (19/3/2014).
Tak kurang dari 25 negara, puluhan kapal dan pesawat, serta ratusan kru masih bekerja sekuat tenaga untuk menemukan pesawat tersebut di area pencarian seluas tujuh juta kilometer pesrsegi atau hampir seluas benua Australia.
Investigasi terhadap hilangnya pesawat itu pun seperti menemui jalan buntu. Ibarat memasuki sebuah labirin, pemerintah Malaysia seperti kebingungan untuk menemukan pesawat tersebut. Bahkan, pemerintah Australia sempat mengatakan, mencari MAS MH370 seperti menemukan jarum di antara tumpukan jerami.
Semakin runyam setelah pemerintah Malaysia dianggap sering menutupi informasi penting terkait pencarian tersebut. Pihak yang paling mengkritik sikap Malaysia adalah China. "Kecuali transparansi dipastikan, operasi pencarian internasional yang besar tidak pernah bisa bermanfaat seperti yang kami harapkan,” ungkap Perdana Menteri China, Li Keqiang.
"Ini adalah misteri dan mungkin tetap menjadi misteri," ungkap Elizabeth Quintall, Kepala Peneliti kekuatan udara di Royal United Services Institute di London, seperti dilansir News Strait Times, Rabu (19/3/2014).
Tak kurang dari 25 negara, puluhan kapal dan pesawat, serta ratusan kru masih bekerja sekuat tenaga untuk menemukan pesawat tersebut di area pencarian seluas tujuh juta kilometer pesrsegi atau hampir seluas benua Australia.
(esn)