Hilangnya MH370 panaskan suasana politik di Malaysia
Rabu, 19 Maret 2014 - 17:29 WIB
Hilangnya MH370 panaskan suasana politik di Malaysia
A
A
A
Sindonews.com– Menteri Transportasi Malaysia, Hishammuddin Hussein, meminta kepada semua pihak yang terlibat agar menempatkan fokus pencarian pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 di atas kepentingan politik.
Tetapi, anggota parlemen dari partai oposisi, Pakatan Rakyat, menyatakan penentangan. Sikap ini diambil kubu oposisi, setelah mereka tidak diikutsertakan dalam rapat yang membahas pencarian pesawat MAS MH370 tersebut.
Hubungan antara partai penguasa, Barisan Nasional dan koalisi oposisi semakin panas, setelah munculnya tudingan, bahwa pilot pesawat nahas tersebut adalah seorang anggota dari Pakatan Rakyat dan mulai dihubung-hubungkan dengan penyebab hilangnya pesawat tersebut.
Pemimpin oposisi Anwar Ibrahim mengklaim, Pemerintah Malaysia sudah putus asa dan mencoba menyeret oposisi ke dalam masalah ini.
Namun, tuduhan tersebut telah dibantah dengan tegas oleh Hishammuddin. “Fokus pemerintah adalah untuk mencari dan menyelamatkan MH370. Politik telah dibesar-besarkan oleh media asing. Masalah ini berada di atas kepentingan politik,” tegas Hishammuddin, seperti dilansir Chanel News Asia, Rabu (19/3/2014).
Tetapi, anggota parlemen dari partai oposisi, Pakatan Rakyat, menyatakan penentangan. Sikap ini diambil kubu oposisi, setelah mereka tidak diikutsertakan dalam rapat yang membahas pencarian pesawat MAS MH370 tersebut.
Hubungan antara partai penguasa, Barisan Nasional dan koalisi oposisi semakin panas, setelah munculnya tudingan, bahwa pilot pesawat nahas tersebut adalah seorang anggota dari Pakatan Rakyat dan mulai dihubung-hubungkan dengan penyebab hilangnya pesawat tersebut.
Pemimpin oposisi Anwar Ibrahim mengklaim, Pemerintah Malaysia sudah putus asa dan mencoba menyeret oposisi ke dalam masalah ini.
Namun, tuduhan tersebut telah dibantah dengan tegas oleh Hishammuddin. “Fokus pemerintah adalah untuk mencari dan menyelamatkan MH370. Politik telah dibesar-besarkan oleh media asing. Masalah ini berada di atas kepentingan politik,” tegas Hishammuddin, seperti dilansir Chanel News Asia, Rabu (19/3/2014).
(esn)