Putin: Rusia tak pernah mulai konfrontasi dengan Barat
Selasa, 18 Maret 2014 - 19:39 WIB
Putin: Rusia tak pernah mulai konfrontasi dengan Barat
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Vladimir Putin mengatakan,Rusia tidak akan pernah berusaha untuk memulai konfrontasi denganBarat. Rusia hanya melindungi kepentingan mereka.
"Kita harus memutuskan untuk diri kita sendiri, apakah kita siap untuk berjuang demi kepentingan nasional kita, atau hanya membiarkan mereka melakukan ini selamanya?" tegas Putin, seperti dilansir Reuters, Selasa (18/3/2014).
"Beberapa politisi Barat menakut-nakuti kami. Tidak hanya dengan sanksi, tetapi juga dengan prospek memburuknya masalah internal. Saya ingin tahu apa yang mereka maksudkan? Namun, Rusia tidak akan pernah berusaha untuk memulai konfrontasi dengan Barat,” Putin melanjutkan.
Putin menganggap bahwa Barat lah yang memulai konfrontasi dengan Rusia. Pernyataan-pernyataan dari pihak Barat dianggap memancing pihak Rusia untuk melakukan sebuah tindakan.
"Kami menganggap pernyataan seperti itu tidak bertanggung jawab dan jelas agresif. Kami akan merespon tepat untuk hal ini," tegas Putin.
Hubungan Barat dengan Rusia kian memanas setelah referendum di Crimea menghasilkan keputusan bahwa Crimea akan bergabung dengan Rusia. Barat merespon dengan memberikan sanksi kepada 11 pejabat Rusia, yang ditanggapi dingin oleh pemerintah Rusia.
"Kita harus memutuskan untuk diri kita sendiri, apakah kita siap untuk berjuang demi kepentingan nasional kita, atau hanya membiarkan mereka melakukan ini selamanya?" tegas Putin, seperti dilansir Reuters, Selasa (18/3/2014).
"Beberapa politisi Barat menakut-nakuti kami. Tidak hanya dengan sanksi, tetapi juga dengan prospek memburuknya masalah internal. Saya ingin tahu apa yang mereka maksudkan? Namun, Rusia tidak akan pernah berusaha untuk memulai konfrontasi dengan Barat,” Putin melanjutkan.
Putin menganggap bahwa Barat lah yang memulai konfrontasi dengan Rusia. Pernyataan-pernyataan dari pihak Barat dianggap memancing pihak Rusia untuk melakukan sebuah tindakan.
"Kami menganggap pernyataan seperti itu tidak bertanggung jawab dan jelas agresif. Kami akan merespon tepat untuk hal ini," tegas Putin.
Hubungan Barat dengan Rusia kian memanas setelah referendum di Crimea menghasilkan keputusan bahwa Crimea akan bergabung dengan Rusia. Barat merespon dengan memberikan sanksi kepada 11 pejabat Rusia, yang ditanggapi dingin oleh pemerintah Rusia.
(esn)