Muncul teori MAS MH370 mengalami kebakaran di udara
Selasa, 18 Maret 2014 - 18:36 WIB
Muncul teori MAS MH370 mengalami kebakaran di udara
A
A
A
Sindonews.com – Mantan Kepala Keamanan Udara Amerika Serikat (AS), Billie Vincent, mengemukakan sebuah teori yang berbeda mengenai insiden menghilangnya pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370.
Vincent berpendapat, pesawat tersebut mengalami kecelakaan akibat kebakaran yang terjadi di ruang kargo. Dia mengatakan, pilot dan semua kru pesawat nahas tersebut sudah melakukan segenap upaya untuk menyelamatkan pesawat tersebut.
Vincent, yang merupakan saksi ahli dalam sidang pemboman Lockerbie menolak dugaan bahwa pesawat tersebut telah dibajak oleh seseorang. "Data yang dirilis sejauh ini kemungkinan besar menunjuk ke sebuah masalah dengan bahan-bahan berbahaya,” ungkap Vincent.
"Skenario ini diawali dengan letusan bahan berbahaya di dalam kargo, baik yang dikemas secara legal atau dikirim secara ilegal, atau bahkan keduanya" tambah Vincent, seperti dilansir Mirror, Selasa (18/3/2014).
Dia percaya, kebakaran yang bermula di dalam kargolah yang merusak sistem komunikasi pesawat tersebut. Vincent menebak, salah satu pilot berhasil memakai masker oksigen dan mencoba untuk mengubah pesawat kembali ke Kuala Lumpur.
"Pesawat kemudian terus terbang sampai tidak ada sisa-sisa bahan bakar dan jatuh, kemungkinan besar ke laut karena belum ada laporan dari setiap sinyal
Emergency Locater Transmitter ( ELT ) yang dapat diterima oleh satelit jika kecelakaan itu di darat," jelas Vincent.
Billie Vincent merupakan tokoh kunci dalam negosiasi pembajakan pesawat AS selama tahun 1980, menegaskan tidak mungkin pesawat itu disabotase. “Tidak ada indikasi bahwa salah satu dari pilot terlibat dalam hilangnya pesawat ini,” Vincent menegaskan.
Vincent berpendapat, pesawat tersebut mengalami kecelakaan akibat kebakaran yang terjadi di ruang kargo. Dia mengatakan, pilot dan semua kru pesawat nahas tersebut sudah melakukan segenap upaya untuk menyelamatkan pesawat tersebut.
Vincent, yang merupakan saksi ahli dalam sidang pemboman Lockerbie menolak dugaan bahwa pesawat tersebut telah dibajak oleh seseorang. "Data yang dirilis sejauh ini kemungkinan besar menunjuk ke sebuah masalah dengan bahan-bahan berbahaya,” ungkap Vincent.
"Skenario ini diawali dengan letusan bahan berbahaya di dalam kargo, baik yang dikemas secara legal atau dikirim secara ilegal, atau bahkan keduanya" tambah Vincent, seperti dilansir Mirror, Selasa (18/3/2014).
Dia percaya, kebakaran yang bermula di dalam kargolah yang merusak sistem komunikasi pesawat tersebut. Vincent menebak, salah satu pilot berhasil memakai masker oksigen dan mencoba untuk mengubah pesawat kembali ke Kuala Lumpur.
"Pesawat kemudian terus terbang sampai tidak ada sisa-sisa bahan bakar dan jatuh, kemungkinan besar ke laut karena belum ada laporan dari setiap sinyal
Emergency Locater Transmitter ( ELT ) yang dapat diterima oleh satelit jika kecelakaan itu di darat," jelas Vincent.
Billie Vincent merupakan tokoh kunci dalam negosiasi pembajakan pesawat AS selama tahun 1980, menegaskan tidak mungkin pesawat itu disabotase. “Tidak ada indikasi bahwa salah satu dari pilot terlibat dalam hilangnya pesawat ini,” Vincent menegaskan.
(esn)