Jikapun perdamaian tercapai, pemukiman Yahudi tetap ada di Palestina
Sabtu, 08 Maret 2014 - 16:49 WIB
Jikapun perdamaian tercapai, pemukiman Yahudi tetap ada di Palestina
A
A
A
Sindonews.com – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan kemungkinan beberapa permukiman Yahudi akan tetap berada di dalam wilayah kedaulatan Palestina, jika kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan damai.
"Jelas, beberapa permukiman tidak akan menjadi bagian dari kesepakatan (damai)," tegas Netanyahu, Jumat (7/3/2014), ketika mengakhiri kunjungan ke Amerika Serikat (AS).
"Saya tidak akan meninggalkan siapa pun. Saya tidak akan meninggalkan warga Israel tanpa perlindungan,” jelas Netanyahu pada stasiun televisi Israel. Hal ini disampaikannya ketika menanggapi pertanyaan, apakah beberapa daerah pemukiman yahudi di Tepi akan menjadi bagian dari negara Palestina di masa depan.
Perdana menteri menegaskan, perdamaian dengan Palestina bergantung pada pengakuan Palestina pada Israel sebagai negara Yahudi dan mengesampingkan konsesi atas Yerusalem timur, di mana Palestina ingin mendirikan ibukota masa depan mereka.
Di awal pekan ini, Presiden AS Barack Obama mengatakan, Israel harus mengambil keputusan sulit jika ingin mencapai kemajuan dalam pembicaraan damai dengan Palestina. Obama sendiri dijadwalkan akan bertemu Presiden Palestina, Mahmoud Abbas pada 17 Maret di Gedung Putih.
"Jelas, beberapa permukiman tidak akan menjadi bagian dari kesepakatan (damai)," tegas Netanyahu, Jumat (7/3/2014), ketika mengakhiri kunjungan ke Amerika Serikat (AS).
"Saya tidak akan meninggalkan siapa pun. Saya tidak akan meninggalkan warga Israel tanpa perlindungan,” jelas Netanyahu pada stasiun televisi Israel. Hal ini disampaikannya ketika menanggapi pertanyaan, apakah beberapa daerah pemukiman yahudi di Tepi akan menjadi bagian dari negara Palestina di masa depan.
Perdana menteri menegaskan, perdamaian dengan Palestina bergantung pada pengakuan Palestina pada Israel sebagai negara Yahudi dan mengesampingkan konsesi atas Yerusalem timur, di mana Palestina ingin mendirikan ibukota masa depan mereka.
Di awal pekan ini, Presiden AS Barack Obama mengatakan, Israel harus mengambil keputusan sulit jika ingin mencapai kemajuan dalam pembicaraan damai dengan Palestina. Obama sendiri dijadwalkan akan bertemu Presiden Palestina, Mahmoud Abbas pada 17 Maret di Gedung Putih.
(esn)