Ukraina siap gunakan kekuatan militer untuk pertahankan diri
Kamis, 06 Maret 2014 - 23:58 WIB
Ukraina siap gunakan kekuatan militer untuk pertahankan diri
A
A
A
Sindonews.com – Ukraina siap menggunakan kekuatan militer untuk mempertahankan diri, jika Rusia memperluas kehadirannya di tanah Ukraina. Demikian ditegaskan Perdana Menteri interim Ukraina, Arseny Yatseniuk, Kamis (6/3/2014).
"Dalam kasus eskalasi lebih lanjut dan intervensi militer ke wilayah Ukraina oleh pasukan asing, pemerintah dan militer Ukraina akan bertindak sesuai dengan konstitusi dan undang-undang," kata Yatseniuk, seperti dikutip dari Reuters.
Berbicara dalam sebuah konferensi pers setelah pertemuan dengan para pemimpin Uni Eropa di Brussels, Yatseniuk mengatakan, Crimea adalah dan akan tetap menjadi bagian integral dari Ukraina. "Kami siap untuk melindungi negara kita," lanjut Yatseniuk.
Sejauh ini, pasukan Ukraina belum bereaksi dalam pengambilalihan Semenanjung Crimea oleh pasukan Rusia, meskipun sempat ada ketegangan diantara pasukan Ukraina dan Rusia di beberapa tempat.
Yatseniuk, yang menerima paket bantuan keuangan senilai 11 miliar Euro dari para pemimpin Uni Eropa, mengatakan, fokus utamanya saat ini adalah pencapaian solusi damai atas konflik tersebut. “Namun, ini semua tergantung pada kerja sama Rusia,” tambahnya.
Dalam dua hari terakhir, Rusia telah menunjukkan tanda-tanda untuk berdialog. Presiden Rusia, Vladimir Putin telah berbicara melalui telepon kepada Kanselir Jerman Angela Merkel dan menyetujui sebuah "kelompok kontak" untuk menengahi krisis.
"Dalam kasus eskalasi lebih lanjut dan intervensi militer ke wilayah Ukraina oleh pasukan asing, pemerintah dan militer Ukraina akan bertindak sesuai dengan konstitusi dan undang-undang," kata Yatseniuk, seperti dikutip dari Reuters.
Berbicara dalam sebuah konferensi pers setelah pertemuan dengan para pemimpin Uni Eropa di Brussels, Yatseniuk mengatakan, Crimea adalah dan akan tetap menjadi bagian integral dari Ukraina. "Kami siap untuk melindungi negara kita," lanjut Yatseniuk.
Sejauh ini, pasukan Ukraina belum bereaksi dalam pengambilalihan Semenanjung Crimea oleh pasukan Rusia, meskipun sempat ada ketegangan diantara pasukan Ukraina dan Rusia di beberapa tempat.
Yatseniuk, yang menerima paket bantuan keuangan senilai 11 miliar Euro dari para pemimpin Uni Eropa, mengatakan, fokus utamanya saat ini adalah pencapaian solusi damai atas konflik tersebut. “Namun, ini semua tergantung pada kerja sama Rusia,” tambahnya.
Dalam dua hari terakhir, Rusia telah menunjukkan tanda-tanda untuk berdialog. Presiden Rusia, Vladimir Putin telah berbicara melalui telepon kepada Kanselir Jerman Angela Merkel dan menyetujui sebuah "kelompok kontak" untuk menengahi krisis.
(esn)