PM Ukraina: Keputusan Parlemen Crimea tidak sah
Kamis, 06 Maret 2014 - 23:46 WIB
PM Ukraina: Keputusan Parlemen Crimea tidak sah
A
A
A
Sindonews.com – Perdana Menteri interim Ukraina, Arseniy Yatsenyuk, menyatakan permintaan Parlemen Crimea yang ingin menjadi bagian dari Rusia adalah tidak sah.
"Ini merupakan keputusan yang tidak sah," kata Yatsenyuk kepada wartawan setelah pembicaraan dengan para pemimpin Uni Eropa yang mengadakan pertemuan darurat tentang krisis Ukraina.
"Kami mendesak pemerintah Rusia untuk tidak mendukung mereka yang mendukung separatisme," tambahnya, Kamis (6/3/2014), seperti dikutip dari The Star.
Sebelumnya, anggota Parlemen Crimea yang pro Moskow telah mengajukan permintaan kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin untuk bergabung dengan Rusia. Parlemen Crimea juga telah menetapkan tanggal referendum pada 16 Maret mendatang.
Pelaksanaan referendum ini telah dimajukan dari rencana semula, yakni 30 Maret. Referendum ini akan menunjukkan, apakah warga Crimea ingin bergabung dengan Ukraina atau Rusia.
"Crimea adalah dan akan menjadi bagian integral dari Ukraina. Referendum ini tidak memiliki dasar sama sekali," tegas Yatsenyuk.
"Ini merupakan keputusan yang tidak sah," kata Yatsenyuk kepada wartawan setelah pembicaraan dengan para pemimpin Uni Eropa yang mengadakan pertemuan darurat tentang krisis Ukraina.
"Kami mendesak pemerintah Rusia untuk tidak mendukung mereka yang mendukung separatisme," tambahnya, Kamis (6/3/2014), seperti dikutip dari The Star.
Sebelumnya, anggota Parlemen Crimea yang pro Moskow telah mengajukan permintaan kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin untuk bergabung dengan Rusia. Parlemen Crimea juga telah menetapkan tanggal referendum pada 16 Maret mendatang.
Pelaksanaan referendum ini telah dimajukan dari rencana semula, yakni 30 Maret. Referendum ini akan menunjukkan, apakah warga Crimea ingin bergabung dengan Ukraina atau Rusia.
"Crimea adalah dan akan menjadi bagian integral dari Ukraina. Referendum ini tidak memiliki dasar sama sekali," tegas Yatsenyuk.
(esn)