Sebut pemerintah setan, massa di Ukraina mengamuk
Rabu, 19 Februari 2014 - 15:01 WIB
Sebut pemerintah setan, massa di Ukraina mengamuk
A
A
A
Sindonews.com – Puluhan ribu massa pro-oposisi Ukraina mengamuk dan melawan aparat kepolisian dengan batu dan bom molotov pada Rabu (19/2/2014). Dalam kerusuhan besar tersebut, jumlah korban tewas dilaporkan sudah mencapai 25 orang.
Massa yang marah terhadap pemerintah menghujat dan menyebut, pemerintah pimpinan Presiden Victor Yanukovych, sebagai pemerintah setan. ”Pemerintah setan ini akan hancur. Kematian untuk mereka,” kata Oleh Tyagnibok, salah satu dari tiga pemimpin oposisi utama di hadapan demonstran di Independence Square.
Kerusuhan pecah di Ukraina sejak beberapa bulan lalu, ketika Yanukovich menolak perjanjian perdagangan bebas dengan Uni Eropa dan memilih bantuan paket kredit dari Rusia senilai USD15 milIar.
Berbicara kepada Al Jazeera, Valentin Yakushik, seorang profesor ilmu politik di Universitas Kiev, mengatakan, situasi politik di Ukraina saat ini sudah berubah.
”Sekarang oposisi tidak bisa mengontrol orang yang protes di jalanan. Mereka datang dengan taktik vandalisme, membakar beberapa bangunan, menghancurkan mobil, melempar batu dan bom molotov. Situasi yang sangat berbahaya,” katanya.
Massa yang marah terhadap pemerintah menghujat dan menyebut, pemerintah pimpinan Presiden Victor Yanukovych, sebagai pemerintah setan. ”Pemerintah setan ini akan hancur. Kematian untuk mereka,” kata Oleh Tyagnibok, salah satu dari tiga pemimpin oposisi utama di hadapan demonstran di Independence Square.
Kerusuhan pecah di Ukraina sejak beberapa bulan lalu, ketika Yanukovich menolak perjanjian perdagangan bebas dengan Uni Eropa dan memilih bantuan paket kredit dari Rusia senilai USD15 milIar.
Berbicara kepada Al Jazeera, Valentin Yakushik, seorang profesor ilmu politik di Universitas Kiev, mengatakan, situasi politik di Ukraina saat ini sudah berubah.
”Sekarang oposisi tidak bisa mengontrol orang yang protes di jalanan. Mereka datang dengan taktik vandalisme, membakar beberapa bangunan, menghancurkan mobil, melempar batu dan bom molotov. Situasi yang sangat berbahaya,” katanya.
(mas)