Iran: Israel gunakan isu nuklir untuk sembunyikan kejahatan
Rabu, 29 Januari 2014 - 07:00 WIB
Iran: Israel gunakan isu nuklir untuk sembunyikan kejahatan
A
A
A
Sindonews.com – Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, mengatakan pada Selasa (28/1/2014), bahwa Israel menggunakan isu program nuklir Teheran untuk mengalihkan perhatian dunia dari "kejahatan" zionis terhadap rakyat Palestina.
"Dengan dalih progam nuklir Iran, kaum Zionis selalu berusaha untuk mengalihkan perhatian pemerintah dan opini publik dari kejahatan mereka sendiri di Palestina," kata Zarif dalam sebuah pernyataan, Selasa (28/1/2014).
Pernyataan ini dilontarkan Zarif saat menerima kunjungan seorang pejabat senior otoritas Palestina, Jibril Rajub ke Teheran. Israel, bersama dengan negara-negara Barat, telah lama menuduh Iran diam-diam merancang senjata nuklir melalui program nuklir yang dikembangkan Iran.
Negara yahudi itu juga mengecam kesepakatan yang dicapai Iran dengan kekuatan dunia yang tergabung dalam kelompok P5+1 (Amerika Serikat, Inggris, Perancis, China, Rusia, dan Jerman). Dalam kesepakatan itu, Iran setuju untuk membatasi sebagian kegiatan nuklir mereka selama enam bulan, dengan imbalan keringanan sanksi.
Israel sendiri mengaku tidak mengesampingkan aksi militer untuk menghentikan atau memperlambat program nuklir Iran.
"Dengan dalih progam nuklir Iran, kaum Zionis selalu berusaha untuk mengalihkan perhatian pemerintah dan opini publik dari kejahatan mereka sendiri di Palestina," kata Zarif dalam sebuah pernyataan, Selasa (28/1/2014).
Pernyataan ini dilontarkan Zarif saat menerima kunjungan seorang pejabat senior otoritas Palestina, Jibril Rajub ke Teheran. Israel, bersama dengan negara-negara Barat, telah lama menuduh Iran diam-diam merancang senjata nuklir melalui program nuklir yang dikembangkan Iran.
Negara yahudi itu juga mengecam kesepakatan yang dicapai Iran dengan kekuatan dunia yang tergabung dalam kelompok P5+1 (Amerika Serikat, Inggris, Perancis, China, Rusia, dan Jerman). Dalam kesepakatan itu, Iran setuju untuk membatasi sebagian kegiatan nuklir mereka selama enam bulan, dengan imbalan keringanan sanksi.
Israel sendiri mengaku tidak mengesampingkan aksi militer untuk menghentikan atau memperlambat program nuklir Iran.
(esn)