Abaikan janji Yanukovych, massa di Ukraina mengamuk
Sabtu, 25 Januari 2014 - 15:02 WIB
Abaikan janji Yanukovych, massa di Ukraina mengamuk
A
A
A
Sindonews.com – Kerusuhan tidak berhenti di Kiev, Ukraina, meskipun Presiden Viktor Yanukovych telah berjanji untuk membuat konsesi untuk mengakhiri krisis di negara itu.
Hingga Sabtu (25/1/2014), para demonstran terus melempari batu dan bom bensin kea rah polisi dan dibalas dengan tembakan gas air mata.
Yanukovych sebelumnya telah membuat taktik, dengan berjanji untuk mengamandemen undang-undang anti - protes dan perombakan kabinet. Namun, konsesi itu tidak mempengaruhi demonstran untuk terus mengamuk.
Pemimpin oposisi Ukraina, Vitaly Klitschko, mengatakan para pengunjuk rasa sekarang benar-benar menginginkan Presiden Yanukovych mengundurkan diri.
Amukan massa di Ukraina tidak berhenti, setelah aktivis anti – pemerintah, Yuri Verbytsky, tewas seusai ikut demo. Dia ditemukan tewas di sebuah hutan di luar Kiev. Kematian aktivis itu semakin memicu massa untuk terus bergerak guna menggulingkan Yanukovych. ”Orang-orang memiliki hak untuk bangkit,” kata Andriy, salah seorang demonstran pro-oposisi, seperti dikutip BBC, Sabtu (25/1/2014).
Semalam, pengunjuk rasa membakar ban di barikade yang dibangun polisi di Jalan Hrushevskyy. Jalan itu menjadi lokasi bentrokan maut baru-baru ini. Para demonstran juga menyegel sejumlah kantor pemerintah di berbagai wilayah di Ukraina.
Hingga Sabtu (25/1/2014), para demonstran terus melempari batu dan bom bensin kea rah polisi dan dibalas dengan tembakan gas air mata.
Yanukovych sebelumnya telah membuat taktik, dengan berjanji untuk mengamandemen undang-undang anti - protes dan perombakan kabinet. Namun, konsesi itu tidak mempengaruhi demonstran untuk terus mengamuk.
Pemimpin oposisi Ukraina, Vitaly Klitschko, mengatakan para pengunjuk rasa sekarang benar-benar menginginkan Presiden Yanukovych mengundurkan diri.
Amukan massa di Ukraina tidak berhenti, setelah aktivis anti – pemerintah, Yuri Verbytsky, tewas seusai ikut demo. Dia ditemukan tewas di sebuah hutan di luar Kiev. Kematian aktivis itu semakin memicu massa untuk terus bergerak guna menggulingkan Yanukovych. ”Orang-orang memiliki hak untuk bangkit,” kata Andriy, salah seorang demonstran pro-oposisi, seperti dikutip BBC, Sabtu (25/1/2014).
Semalam, pengunjuk rasa membakar ban di barikade yang dibangun polisi di Jalan Hrushevskyy. Jalan itu menjadi lokasi bentrokan maut baru-baru ini. Para demonstran juga menyegel sejumlah kantor pemerintah di berbagai wilayah di Ukraina.
(mas)