Israel terus bangun pemukiman, Abbas akan segera bersikap
Sabtu, 11 Januari 2014 - 23:50 WIB
Israel terus bangun pemukiman, Abbas akan segera bersikap
A
A
A
Sindonews.com – Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, berjanji pada Sabtu (11/1/2014), untuk menanggapi kegiatan permukiman Israel di tanah Palestina yang diduduki oleh negara Yahudi itu dalam waktu 48 jam ke depan.
Abbas sebelumnya telah menegur Israel karena mengumumkan pembangunan unit perumahan di Tepi Barat dan Yerusalem Timur sebagai imbalan atas pembebasan tahanan Palestina. "Ini salah dan kami akan mengeluarkan respon terhadap hal ini," kata Abbas, seperti dikutip dari Xinhua.
Warga Palestina menekankan, bahwa pembebasan lebih dari 104 tahanan Palestina oleh Israel, tidak akan dibalas dengan toleransi pembangunan unit-unit pemukiman baru. Satu hari sebelumnya, Pemerintah Israel mengumumkan rencana untuk membangun 1.400 pemukiman baru di Jerusalem Timur.
Nabil Abu Rdineh, seorang pembantu media untuk Presiden Palestina, mengatakan, bahwa keputusan itu menunjukkan bahwa Israel bersikeras untuk menghalangi upaya Amerika Serikat untuk mendorong maju proses perdamaian Palestina-Israel.
Pengumuman ini dibuat Israel hanya beberapa hari setelah Menteri Luar Negeri AS John Kerry meninggalkan wilayah tersebut. Kunjungan Kerry ini bertujuan untuk mencapai kerangka kerja bagi kesepakatan antara Israel dan Palestina.
Abbas sebelumnya telah menegur Israel karena mengumumkan pembangunan unit perumahan di Tepi Barat dan Yerusalem Timur sebagai imbalan atas pembebasan tahanan Palestina. "Ini salah dan kami akan mengeluarkan respon terhadap hal ini," kata Abbas, seperti dikutip dari Xinhua.
Warga Palestina menekankan, bahwa pembebasan lebih dari 104 tahanan Palestina oleh Israel, tidak akan dibalas dengan toleransi pembangunan unit-unit pemukiman baru. Satu hari sebelumnya, Pemerintah Israel mengumumkan rencana untuk membangun 1.400 pemukiman baru di Jerusalem Timur.
Nabil Abu Rdineh, seorang pembantu media untuk Presiden Palestina, mengatakan, bahwa keputusan itu menunjukkan bahwa Israel bersikeras untuk menghalangi upaya Amerika Serikat untuk mendorong maju proses perdamaian Palestina-Israel.
Pengumuman ini dibuat Israel hanya beberapa hari setelah Menteri Luar Negeri AS John Kerry meninggalkan wilayah tersebut. Kunjungan Kerry ini bertujuan untuk mencapai kerangka kerja bagi kesepakatan antara Israel dan Palestina.
(esn)