Polisi Mesir bentrok dengan demonstran, 11 tewas
Sabtu, 04 Januari 2014 - 04:05 WIB
Polisi Mesir bentrok dengan demonstran, 11 tewas
A
A
A
Sindonews.com – Sedikitnya 11 orang, yang sebagian besar adalah pendukung Ikhwanul Muslimin Mesir ditembak mati, Jumat (3/1/2014). Penembakan ini terjadi saat polisi Mesir terlibat bentrokan dengan desmonstran di seluruh Mesir.
Seperti dilaporkan Reuters, di Distrik Nasr City, Kairo, polisi anti huru hara yang mengenakan rompi antipeluru menembakkan gas air mata ke arah pengunjuk rasa. Para demonstran sendiri melemparkan kembang api dan batu ke arah aparat.
Kementerian Kesehatan Mesir mengatakan, tiga pengunjuk rasa tewas di berbagai distrik di kota Kairo. Sebuah sumber keamanan mengatakan mereka meninggal akibat luka tembak, meskipun tidak jelas apakah polisi atau sipil bersenjata yang telah menembak mereka.
Dalam insiden terpisah, seorang pria yang berteriak menghina demonstran pro Ikhwanul Muslimin, ditembak mati oleh demonstran. Pria ini menghina demonstran yang tengah melintas di dekat kediamannya.
Sementara seorang pengunjuk rasa pria dan seorang wanita ditembak mati di kota Alexandria. Tidak jelas apakah wanita itu seorang pengunjuk rasa atau hanya seorang penonton aksi demo. Demonstran lain ditembak mati oleh polisi di kota Ismaila, Terusan Suez.
“Di provinsi pedesaan Fayoum, sebelah barat daya Kairo, tiga demonstran, termasuk mahasiswa, meninggal akibat luka tembak di dada dan kepala,” kata pejabat Departemen Kesehatan setempat, Medhat Syukri, kepada Reuters.
Seorang mahasiswa lainnya ditembak mati dalam bentrokan di selatan kota Minya. Secara total, Kementerian Kesehatan mengatakan, 42 orang terluka di seluruh Mesir dalam aksi demo yang dimulai setelah Shalat Jumat ini.
Seperti dilaporkan Reuters, di Distrik Nasr City, Kairo, polisi anti huru hara yang mengenakan rompi antipeluru menembakkan gas air mata ke arah pengunjuk rasa. Para demonstran sendiri melemparkan kembang api dan batu ke arah aparat.
Kementerian Kesehatan Mesir mengatakan, tiga pengunjuk rasa tewas di berbagai distrik di kota Kairo. Sebuah sumber keamanan mengatakan mereka meninggal akibat luka tembak, meskipun tidak jelas apakah polisi atau sipil bersenjata yang telah menembak mereka.
Dalam insiden terpisah, seorang pria yang berteriak menghina demonstran pro Ikhwanul Muslimin, ditembak mati oleh demonstran. Pria ini menghina demonstran yang tengah melintas di dekat kediamannya.
Sementara seorang pengunjuk rasa pria dan seorang wanita ditembak mati di kota Alexandria. Tidak jelas apakah wanita itu seorang pengunjuk rasa atau hanya seorang penonton aksi demo. Demonstran lain ditembak mati oleh polisi di kota Ismaila, Terusan Suez.
“Di provinsi pedesaan Fayoum, sebelah barat daya Kairo, tiga demonstran, termasuk mahasiswa, meninggal akibat luka tembak di dada dan kepala,” kata pejabat Departemen Kesehatan setempat, Medhat Syukri, kepada Reuters.
Seorang mahasiswa lainnya ditembak mati dalam bentrokan di selatan kota Minya. Secara total, Kementerian Kesehatan mengatakan, 42 orang terluka di seluruh Mesir dalam aksi demo yang dimulai setelah Shalat Jumat ini.
(esn)