Etnis Uighur desak penyelidikan independen kekerasan di Xinjiang

Selasa, 31 Desember 2013 - 13:57 WIB
Etnis Uighur desak penyelidikan...
Etnis Uighur desak penyelidikan independen kekerasan di Xinjiang
A A A
Sindonews.com – Etnis Uighur yang tinggal di pengasingan mendesak Pemerintah China untuk memungkinkan dilakukannya investigasi independen atas aksi bentrokan terbaru di Xinjiang yang telah menewaskan 8 orang.

“Pemerintah daerah Xinjiang harus mengungkapkan semua informasi atas aksi kekerasan yang terjadi pada Senin (30/12/2013) dan mengizinkan digelarnya penyelidikan independen yang akan dilakukan oleh organiasi internasional," sebut pernyataan Kongres Uighur Dunia yang berbasis di Munich (WUC), Jerman, Selasa (31/12/2013).

Pada awal pekan ini, polisi China dilaporkan telah menembak mati 8 orang, yang diduga berasal dari etnis Uighur. Polisi China menyatakan, orang-orang itu ditembak mati karena berupaya menyerang kantor polisi.

”Pada sekitar pukul 06.30 pagi waktu China, sembilan preman membawa pisau, menyerang kantor polisi di Kashgar, Yarkand, dan melemparkan bahan peledak. Mobil polisi terbakar,” bunyi pernyataan kepolisian China, seperti dikutip Reuters.

”Polisi mengambil tindakan dengan menembak mati delapan orang dan menangkap satu orang dari mereka,” lanjut pernyataan itu. Kepolisian tersebut, menambahkan, motif serangan teroris tengah diselidiki. Pemerintah China menyebut aksi ini sebagai serangan terorganisasi.

Menurut WUC, insiden ini dan kasus lainnya yang terjadi di Xinjiang adalah upaya pemerintah China untuk membungkam perbedaan pendapat, dengan dalih memerangi terorisme di wilayah yang dihuni mayoritas Muslim itu.

"Kejadian ini membuktikan tren terbaru dari kekerasan yang disponsori negara dan digunakan untuk memadamkan perbedaan pendapat etnis Uighur. Pihak berwenang mengabaikan proses hukum, menembak dan membunuhi warga Uighur, memberi label teroris dan kemudian menggunakan istilah memerangi terorisme untuk membenarkan pembunuhan di luar hukum," kata Presiden WUC, Rebiya Kadeer.
(esn)
Berita Terkait
Heboh! China Simulasikan...
Heboh! China Simulasikan Penyerangan ke Taiwan Lewat Medsos
Petugas Nakes di China...
Petugas Nakes di China Dilempari Warga
88 WNA China Sindikat...
88 WNA China Sindikat Server Judi dan Pemerasan Online Ditangkap di Batam
Panggung Spektakuler...
Panggung Spektakuler Perayaan 100 Tahun Partai Komunis China
Tsai Tsung-lin Keliling...
Tsai Tsung-lin Keliling Taiwan Serukan Pesan Siap Perang !
Ribuan Penumpang Padati...
Ribuan Penumpang Padati Stasiun Kereta Hongqiao China pada Perayaan Chunyun
Berita Terkini
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
1 jam yang lalu
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
2 jam yang lalu
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
3 jam yang lalu
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
4 jam yang lalu
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
5 jam yang lalu
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
6 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved