Abbas: Palestina akan tuntaskan pembicaraan damai dengan Israel
Selasa, 31 Desember 2013 - 11:21 WIB
Abbas: Palestina akan tuntaskan pembicaraan damai dengan Israel
A
A
A
Sindonews.com – Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan pada Senin (30/12/2013) malam, bahwa Palestina berkomitmen untuk menuntaskan proses perundingan damai dengan Israel selama sembilan bulan.
"Kami masih berkomitmen dengan apa yang telah disepakati dengan Menteri Luar Negeri AS, John Kerry untuk melanjutkan pembicaraan perdamaian langsung dengan Israel selama sembilan bulan," kata Abbas dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh kantor berita Wafa.
Negosiasi perdamaian langsung antara Israel dan Palestina dilanjutkan pada akhir Juli dan akan berlangsung selama sembilan bulan. Ini sesuai dengan rencana perdamaian yang digagas Kerry.
Sebelumnya, Kepala Negosiator Palestina, Saeb Erekat, telah mengatakan kepada radio Voice of Palestine, bahwa perundingan telah gagal. “Kita tidak perlu selama sembilan bulan untuk menilai soal negosiasi, Israel menyebabkan kegagalan. Apa artinya keputusan ini?" kata Erekat.
Erekat bereaksi terhadap pemungutan suara Komite Menteri Israel, yang bertujuan untuk menguasai wilayah Lembah Jordan, yang mewakili 25 persen dari wilayah Tepi Barat.
"Telah menjadi jelas bagi semua orang, bahwa saat ini pemerintah Israel bertekad untuk merusak solusi dua negara, mengabaikan hukum, resolusi, dan upaya internasional untuk menyelesaikan solusi damai," lanjut Erekat.
"Kami masih berkomitmen dengan apa yang telah disepakati dengan Menteri Luar Negeri AS, John Kerry untuk melanjutkan pembicaraan perdamaian langsung dengan Israel selama sembilan bulan," kata Abbas dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh kantor berita Wafa.
Negosiasi perdamaian langsung antara Israel dan Palestina dilanjutkan pada akhir Juli dan akan berlangsung selama sembilan bulan. Ini sesuai dengan rencana perdamaian yang digagas Kerry.
Sebelumnya, Kepala Negosiator Palestina, Saeb Erekat, telah mengatakan kepada radio Voice of Palestine, bahwa perundingan telah gagal. “Kita tidak perlu selama sembilan bulan untuk menilai soal negosiasi, Israel menyebabkan kegagalan. Apa artinya keputusan ini?" kata Erekat.
Erekat bereaksi terhadap pemungutan suara Komite Menteri Israel, yang bertujuan untuk menguasai wilayah Lembah Jordan, yang mewakili 25 persen dari wilayah Tepi Barat.
"Telah menjadi jelas bagi semua orang, bahwa saat ini pemerintah Israel bertekad untuk merusak solusi dua negara, mengabaikan hukum, resolusi, dan upaya internasional untuk menyelesaikan solusi damai," lanjut Erekat.
(esn)