Pekan depan, Israel akan bebaskan tahanan Palestina
Kamis, 26 Desember 2013 - 19:31 WIB
Pekan depan, Israel akan bebaskan tahanan Palestina
A
A
A
Sindonews.com – Israel akan mengumumkan rencana untuk pembangunan pemukiman baru pada pekan depan, bertepatan dengan rilis gelombang ketiga tahanan Palestina.
"Pemerintah Israel akan mengumumkan tender untuk konstruksi baru di Tepi Barat dan Yerusalem timur, yang akan bertepatan dengan rilis dari kelompok ketiga tahanan Palestina," kata seorang pejabat Israel yang tak disebutkan namanya, Kamis (26/12/2013).
Tahanan Palestina yang dibebaskan pada gelombang ketiga ini berjumlah 25 orang. Langkah ini sejalan dengan komitmen untuk proses perdamaian Palestina-Israel yang telah digagas oleh Amerika Serikat (AS).
Namun, kebijakan Israel lainnya, yang tetap akan membangun pemukiman baru di wilayah pendudukan, telah mengancam proses perdamaian. Pada pembebasan dua gelombang tahanan sebelumnya, Israel juga bersikap serupa: membebaskan tahanan Palestina, sekaligus mengumumkan pembangunan pemukiman baru.
Meneruskan pembangunan pemukiman memang telah ditegaskan oleh PM Israel, Benjamin Netanyahu. "Kami tidak akan berhenti, bahkan untuk sesaat. Membangun negara kita dan menjadi lebih kuat,” ujar Netanyahu. Ia tak mengindahkan seruan AS dan dunia internasional yang meminta negara yahudi itu menghentikan proses pembangunan.
"Pemerintah Israel akan mengumumkan tender untuk konstruksi baru di Tepi Barat dan Yerusalem timur, yang akan bertepatan dengan rilis dari kelompok ketiga tahanan Palestina," kata seorang pejabat Israel yang tak disebutkan namanya, Kamis (26/12/2013).
Tahanan Palestina yang dibebaskan pada gelombang ketiga ini berjumlah 25 orang. Langkah ini sejalan dengan komitmen untuk proses perdamaian Palestina-Israel yang telah digagas oleh Amerika Serikat (AS).
Namun, kebijakan Israel lainnya, yang tetap akan membangun pemukiman baru di wilayah pendudukan, telah mengancam proses perdamaian. Pada pembebasan dua gelombang tahanan sebelumnya, Israel juga bersikap serupa: membebaskan tahanan Palestina, sekaligus mengumumkan pembangunan pemukiman baru.
Meneruskan pembangunan pemukiman memang telah ditegaskan oleh PM Israel, Benjamin Netanyahu. "Kami tidak akan berhenti, bahkan untuk sesaat. Membangun negara kita dan menjadi lebih kuat,” ujar Netanyahu. Ia tak mengindahkan seruan AS dan dunia internasional yang meminta negara yahudi itu menghentikan proses pembangunan.
(esn)