Serangan udara Israel di Gaza tewaskan gadis Palestina
Rabu, 25 Desember 2013 - 21:30 WIB
Serangan udara Israel di Gaza tewaskan gadis Palestina
A
A
A
Sindonews.com – Militer Israel pada Selasa (24/12/2013), melancarkan serangkaian serangan artileri dan udara di Jalur Gaza. Serangan ini menewaskan seorang gadis Palestina dan melukai sedikitnya lima orang lainnya.
Serangan Israel menargetkan tempat pelatihan milik kelompok militan, terutama yang dioperasikan oleh gerakan Islam Hamas, yang mengontrol wilayah itu. Saksi dan sumber keamanan melaporkan, lebih dari selusin serangan telah terjadi.
Dilaporkan, artileri Israel mendarat di depan rumah Abu Sbaikha yang terletak satu mil jauhnya dari pagar perbatasan di kamp pengungsu Al-Maghazi. Artleri ini menewaskan seorang gadis kecil, Hala (4), dan melukai dua anggota keluarganya. Sementara tiga orang lainnya terluka dalam serangan udara di Gaza City.
Seperti dilaporkan Xinhua, rangakain serangan ini dilancarkan Israel sebagai pembalasan atas penembakan yang dilakukan sniper dari Jalur Gaza yang menewaskan seorang pekerja Israel yang tengah memperbaiki pagar yang memisahkan Jalur Gaza dan Israel.
"Ini adalah insiden yang sangat serius dan kami tidak akan tinggal diam," kata Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Kantor Perdana Menteri. "Kami akan merespon dengan tegas," tambahnya.
Hingga kini, belaum ada kelompok di Palestina yang mengaku bertanggung jawab atas penembakan di pagar dan membunuh pekerja Israel tersebut. Media Israel melaporkan, bahwa pekerja itu dikontrak oleh Kementerian Pertahanan Israel.
Serangan Israel menargetkan tempat pelatihan milik kelompok militan, terutama yang dioperasikan oleh gerakan Islam Hamas, yang mengontrol wilayah itu. Saksi dan sumber keamanan melaporkan, lebih dari selusin serangan telah terjadi.
Dilaporkan, artileri Israel mendarat di depan rumah Abu Sbaikha yang terletak satu mil jauhnya dari pagar perbatasan di kamp pengungsu Al-Maghazi. Artleri ini menewaskan seorang gadis kecil, Hala (4), dan melukai dua anggota keluarganya. Sementara tiga orang lainnya terluka dalam serangan udara di Gaza City.
Seperti dilaporkan Xinhua, rangakain serangan ini dilancarkan Israel sebagai pembalasan atas penembakan yang dilakukan sniper dari Jalur Gaza yang menewaskan seorang pekerja Israel yang tengah memperbaiki pagar yang memisahkan Jalur Gaza dan Israel.
"Ini adalah insiden yang sangat serius dan kami tidak akan tinggal diam," kata Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Kantor Perdana Menteri. "Kami akan merespon dengan tegas," tambahnya.
Hingga kini, belaum ada kelompok di Palestina yang mengaku bertanggung jawab atas penembakan di pagar dan membunuh pekerja Israel tersebut. Media Israel melaporkan, bahwa pekerja itu dikontrak oleh Kementerian Pertahanan Israel.
(esn)