NATO kecam serangan AS yang tewaskan bocah Afghanistan
Jum'at, 29 November 2013 - 13:21 WIB
NATO kecam serangan AS yang tewaskan bocah Afghanistan
A
A
A
Sindonews.com – Pihak NATO pada Jumat (29/11/2013) mengecam serangan udara militer Amerika Serikat yang tewaskan seorang bocah di Afghanistan. NATO akan menyelidiki insiden yang terjadi kemarin di Helmand, Afghanistan.
Insiden itu memperburuk hubungan Afghanistan dan AS. ”ISAF (pasukan gabungan NATO) sangat menyesalkan jatuhnya korban sipil yang disebabkan oleh serangan udara ini,” bunyi pernyataan NATO, seperti dikutip Reuters.
Presiden Afghanistan Hamid Karzai marah dan mengutuk ulah pasukan AS yang membom sebuah rumah, hingga menewaskan bocah di Helmand. Menurutnya, ulah pasukan AS sudah mengabaikan nyawa warga sipil.
Serangan terjadi, setelah sebelumnya, Karzai memutuskan menunda penandatanganan pakta keamanan bilateral hingga 2014. Di mana, dalam pakta atau perjanjian itu, pasukan AS tetap dizinkan di Afghanistan.
”Hal ini menunjukkan bahwa pasukan AS tidak menghormati keputusan dari Loya Jirga dan kehidupan warga sipil di Afghanistan,” Aimal Faizin, juru bicara Karzai. "Jika operasi (militer AS) tersebut terus berlanjut, tidak akan ada kesepakatan.”
AS pernah mengancam akan menarik pasukannya dari Afghanistan setelah 2014, kecuali ada kesepakatan baru. Jika ancaman AS itu benar-benar dilakukan, maka tindakan seperti yang dilakukan di Irak kembali diulangi AS. Di mana, Irak ditinggalkan pasukan AS setelah negara itu mengalami kekacauan.
Insiden itu memperburuk hubungan Afghanistan dan AS. ”ISAF (pasukan gabungan NATO) sangat menyesalkan jatuhnya korban sipil yang disebabkan oleh serangan udara ini,” bunyi pernyataan NATO, seperti dikutip Reuters.
Presiden Afghanistan Hamid Karzai marah dan mengutuk ulah pasukan AS yang membom sebuah rumah, hingga menewaskan bocah di Helmand. Menurutnya, ulah pasukan AS sudah mengabaikan nyawa warga sipil.
Serangan terjadi, setelah sebelumnya, Karzai memutuskan menunda penandatanganan pakta keamanan bilateral hingga 2014. Di mana, dalam pakta atau perjanjian itu, pasukan AS tetap dizinkan di Afghanistan.
”Hal ini menunjukkan bahwa pasukan AS tidak menghormati keputusan dari Loya Jirga dan kehidupan warga sipil di Afghanistan,” Aimal Faizin, juru bicara Karzai. "Jika operasi (militer AS) tersebut terus berlanjut, tidak akan ada kesepakatan.”
AS pernah mengancam akan menarik pasukannya dari Afghanistan setelah 2014, kecuali ada kesepakatan baru. Jika ancaman AS itu benar-benar dilakukan, maka tindakan seperti yang dilakukan di Irak kembali diulangi AS. Di mana, Irak ditinggalkan pasukan AS setelah negara itu mengalami kekacauan.
(mas)